Khofifah Mengaku Gagal Paham dengan Sikap Cak Imin

MONITOR, Jakarta- Beberapa hari yang lalu Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku telah menyampaikan ke Presiden Jokowi agar Khofifah tidak usah maju ke Pilgub Jatim. Namun Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Presiden tidak boleh didikte siapa pun.

“Tidak Seyognya siapapun mendikte Presiden! Masa Iya sih mas Imin melakukan itu,” Ujar Khofifah di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (9/8).

Cak Imin memang sudah beberapa kali menyampaikan ke publik himbauan agar Khofifah tidak mencalonkan diri sebagai Cagub pada Pilkada Jawa Timur 2018. Cak Imin beralalasan agar tidak ada perpecahan di Tubuh NU mengingat partai PKB sudah mencalonkan Gus Ipul yang juga kader NU.

Khofifah kemudian menjawab dulunya warga NU lebih condong ke PPP sebelum lahirnya PKB. Dia menambahkan, warga NU pun ada di mana-mana, termasuk di parpol-parpol lainnya sehingga dianggap bukan bagian dari memecah belah warga NU.

“saya juga kaget kalo itu keluar dari seorang Mas Imin. Bukannya PKB setelah adanya PPP. Semula warga NU itukan lebih banyak terafiliasi dengan PPP. Nu tahun 93 itu fusinya ke PPP. Ketika PKB berdiri warga NU ada varian afiliasi. Ada warga NU di golkar, Nusron Wahid. Jadi demokrtaisasi di NU itu berjalan sangat bagus selama ini,”tambahnya.

Dengan nada tegas Khofifah kembali menegaskan bahwa di semua parpol ada warga NU dan warga Nu sudh terbiasa dengan perbedaan pandangan politik sehingga kekhwtiran Cak Imini jika dirinya maju pada Pilkada Jawa Timur 2018 memecah belah warga NU itu tak berdasar sama sekali.

“saya tidak tahu kenapa ada pemikiran side back gitu. Di PDIP juga ada beberapa pengurus dari NU, di Nasdem ada. Jadi saya tidak tahu apa sebetulnya yang sedang terjadi,” Sambungnya.

Khofifah mengatakan daripada sibuk mengurusi dirinya, maka lebih baik PKB fokus kepada calonnya di Pilgub Jatim 2018. Dia juga menginginkan adanya perlakuan yang setara terhadap semua kandidat, termasuk dirinya.