Ketua DPW Tersandung Korupsi, NasDem tunjuk Taufik Basari pimpin DPW Lampung

MONITOR, Jakarta – Setelah ditetapkan sebagai tersangaka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bupati Lampung Tengah Mustafa secara resmi mengundurkan diri dari pengurusan Partai Nasdem. Mustafa ditetapkan sebagai tersangka kasus suap APBD Lampung Tengah. 

Sekjen Partai Nasdem Jhony G Plate mengaku sudah menerima surat pernyataan pengunduran diri Bupati lampung tersebut yang duduk sebagai Ketua DPW Nasdem Provinsi Lampung. 

"Sesuai code of conduct yang berlaku kepada seluruh kader Nasdem secara adil dan merata maka bersama ini DPP NasDem menerima permohonan pengunduran diri Mustafa sebagai ketua DPW," kata Jhony saat menggelar konferensi pers di DPP Nasdem Gondangdia, Jakarta Pusat, (16/2).

Untuk mengisi kekosongan kepengurusan partai di Lampung Tengah, DPP Nasdem kemudian mengambil langkah cepat segera menunjuk Kepala Bidang Hukum DPP Nasdem Taufik Basari sebagai pelaksana tugas DPW Nasdem Lampung Tengah.

"Menunjuk Taufik Basari sebagai kordinator pemilu sumatra untuk segera menunjuk Ketua DPW definitif," ujarnya. 

Terkait hal itu, Jhony mengakui bahwa tindakan yang dilakukan Mustafa itu bersifat pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai NasDem.

"Tentu ini tindakan kader tapi tidak ada kaitannya dengan NasDem walaupun posisinya di partai sebagai ketua DPW," tandasnya.  

Mustafa ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dana APBD Lampung Tengah bersama tiga orang lainnya, yaitu Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

KPK menduga Mustafa memberi arahan kepada bawahannya untuk mengumpulkan uang suap Rp 1 miliar. Sebanyak Rp 900 juta berasal dari kontraktor sementara Rp 100 juta lainnya dari Pemkab Lampung. Uang suap tersebut diduga bakal diserahkan kepada anggota DPRD Lampung Tengah agar DPRD menyetujui usulan pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar.