Keseriusan Pemerintah Wujudkan Mudik yang Aman dan Nyaman

Monitor, Jakarta – Pemerintah mempersiapkan hajatan rutin tiap tahun yakni mudik lebaran dengan slogan "Mudik Bareng Guyub Rukun". Tujuannya adalah menjadikan mudik tahun 2017 berjalan dengan selamat, aman dan nyaman, sehat, guyub dan rukun. 

Di bawah Kemenko Maritim, Kementerian Perhubungan melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Antara lain, Kementerian PUPR, Kemenkes, Pertamina, Jasa Marga, dan Polri.Tujuannya adalah untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat dari semua lini, seperti infrastruktur, komunikasi, sarana transportasi, kesehatan, keamanan dan lain-lain. 

"Pemerintah berkomitmen untuk menjamin mudik lebaran tahun ini berjalan dengan selamat, aman da nyaman. Kami ingin masyarakat yang melakukan mudik merasa enjoy menikmati perjalanannya," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Diskusi di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (22/6). 

Menhub juga menjelaskan harapan agar seluruh penyelenggara transportasi berkomitmen mewujudkan mudik yang selamat, guyub dan rukun. 

"Maksudnya adalah menyelenggarakan mudik dengan selamat dan baik, menyelesaikan permasalahan mudik secara bersama-sama," ungkap Budi. 

Untuk memastikan penyelenggaraan mudik berjalan lancar, Menhub meminta seluruh jajarannya dan juga jajaran BUMN sektor transportasi untuk tidak cuti sampai selesainya penyelenggaraan mudik yang berlangsung mulai dari 15 Juni 2017 (H-10) sampai 11 Juli 2017 (H+15). 

Lebih lanjut, Menhub telah melakukan identifikasi penanganan mudik khusus di sektor transportasi. Ada tiga faktor utama yang menjadi perhatian. Pertama, kesiapan sarana transportasi. Kedua, kesiapan prasaran transportasi. Ketiga, perilaku berkendara, baik pengemudi angkutan umum maupun pengemudi kendaraan pribadi. 

"Untuk sarana, tahun ini diprediksi penumpang mudik yang menggunakan angkutan umum meningkat 4 persen lebih atau sekitar 19 juta orang. Untuk itu, pada tahun ini kami tingkatkan kapasitas angkutan umumnya baik bus, kereta api, kapal laut dan pesawat agar dapat menampung jumlah penumpang tersebut,“ jelas Budi. 

Tak hanya menambah kapasitas angkutan, Kemenhub juga memonitor kelaikan angkutan umum. Untuk itu, Kemenhub telah melakukan pengecekan kelaikan atau ramp chek terhadap seluruh moda transportasi yang disiapkan beroperasi pada masa Angkutan Lebaran tahun 2017. 

Menhub Budi menegaskan, bus yang laik jalan diberikan tanda stiker laik jalan yang ditempel pada kaca depan bagian bus. Menhub mengimbau masyarakat yang akan mudik naik bus untuk memastikan bus yang ditumpanginya memiliki tanda stiker tersebut. 

Beberapa imbauan lainnya yang sudah berulang kali disampaikan Menhub Budi kepada masyarakat yang ingin mudik yaitu, pertama, agar masyarakat dapat mengatur perjalanan mudik lebih dini dan menghindari melakukan perjalanan pada puncak mudik. 

"Kami sudah prediksi puncak mudik akan terjadi pada 23 dan 24 Juni 2017. Kami imbau masyarakat tidak semua berangkat hari itu untuk menghindari penumpukan. Memang jalan tol sekarang sudah dibangun lebih panjang, tapi tetap memiliki keterbatasan kapasitas," jelas Budi. 

Imbauan lainnya adalah agar masyarakat sebisa mungkin tidak menggunakan sepeda motor untuk mudik jarak jauh. Menhub Budi meminta agar masyarakat memanfaatkan angkutan umum yang sudah disediakan dan memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan pemerintah maupun swasta.