Kementerian ESDM Umumkan Perkembangan Pengembangan Listrik EBT di Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengumumkan ihwal pengembangan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia pada Kamis (2/11) di Gedung Kementerian ESDM Jakarta.

Direncanakan akan hadir dalam konferensi pers tersebut, Rida Mulyana selaku Dirjen Energi Baru Terbarukan Konversi Energi (EBTKE), Andy Noorsaman Sommeng selaku Dirjen Ketenagalistrikan, dan Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT PLN (Persero).

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan permintaan listrik merupakan yang tercepat di Asia Tenggara. Sampai 2016, peningkatan permintaan konsumsi listrik diperkirakan mencapai rata-rata sebesar 7-9%.

Sebelumnya, Rida mengungkapkan, UU Energi mengamanatkan dua progam utama, yakni diversifikasi dan konservasi energi. Diversifikasi energi dilakukan agar tidak tergantung dari energi berbasis fosil.

Sebab, kata Rida, jika mengandalkan energi fosil akan terkendala dengan ketersediaan serta masalah lingkungan.

 Untuk itu, sambung Rida, pemerintah terus mengenjot tambahan bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada 2025 mendatang. Selain diversifikasi, konservasi energi juga harus jalan. "Dua-duanya harus berjalan, tidak bisa satu-satu," katanya beberapa waktu lalu.