Kementan Dukung Pupuk Indonesia Revitalisasi Pabrik dan Pasokan NPK 2,4 Juta Ton

MONITOR, Palembang – Dalam rangka meningkatkan produksi pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai macam inovasi program salah satunya adalah merevitalisasi pabrik pupuk dan menambah kapasitas produksi pupuk Urea dan NPK hingga mencapai 2,4 juta ton.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Hortikultura, Suwandi, saat hadir pada acara peresmian pengoperasian Pabrik pupuk Pusri 2B milik anak usaha PT Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Sriwijaya sekaligus Pencanangan Proyek NPK 2,4 Juta Ton di Palembang, Jumat (11/5).

Pada acara peresmian, hadir Menteri BUMN, Rini M Soemarno dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Selain itu, hadir pula Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat, DPR-RI dan instansi terkait.

“Kebutuhan Urea dan NPK di kalangan petani cukup tinggi. Apalagi Kementan tengah fokus meningkatkan produksi pangan, termasuk perkebunan, hortikultura dan lainnya. Tentu input produksi seperti pupuk NPK sangat dibutuhkan sekali ketersediaan di setiap musim tanam dengan tepat waktu,” ujar Suwandi.

Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menperin Airlangga hadir dalam kegiatan persemian pabrik pusri

Suwandi mengungkap, kebutuhan pupuk Urea dan NPK dalam budidaya pertanian termasuk hortikuktura akan terus meningkat. Untuk itu, tambahan pasokan pupuk NPK ini sangat tepat sekali guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan.

“Misalnya, di tahun 2018 ini tengah genjot produksi padi, jagung, kedelai, rempah, bawang putih, cabai, dan bawang merah. Ini sangat membutuhkan terjaminnya ketersediaan pupuk,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi sebesar 907.500 ton urea/tahun dan 660.000 ton amoniak/tahun. Pabrik tersebut dibangun konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo (Jepang), dengan total biaya investasi Rp 8,5 triliun.

“Pabrik Pusri 2B dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional. Revitalisasi adalah salah satu upaya Pupuk Indonesia untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing,” kata Rini.

Pabrik pusri diresmikan

Ditambahkan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat, bahwa Pupuk Indonesia grup saat ini memiliki pabrik NPK dengan kapasitas 3,1 juta ton per tahun dan akan dikembangkan hingga 5,4 juta ton sampai tahun 2025. Potensi pasar NPK di dalam negeri masih cukup besar, terutama untuk sektor pertanian.

“Kami perkirakan masih terdapat kekurangan pasokan NPK  domestik sekitar 3,9 juta ton, dari total kebutuhan nasional 11,1 juta ton,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Aas, hadirnya tambahan kapasitas pabrik ini, bukan hanya mengamankan kebutuhan dalam negeri, akan tetapi dapat menunjang program ketahanan pangan karena penggunaan pupuk NPK terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

“Yang harus dicatat juga yakni mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil panennya,” ujarnya.

Proyek pembangunan pabrik NPK ini akan dibangun kurun 2018 hingga 2025 dengan total kapasitas sebesar 2,4 juta ton. Rencananya, pabrik-pabrik NPK tersebut akan dibangun dan dioperasikan di PT Pupuk Iskandar Muda, Lhoksemauwe, PT Pusri Palembang, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Kaltim.