Kemenristekdikti Dukung Penuh Program Iptekin ASEAN

MONITOR, Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai ‘focal point’ ASEAN Committee on Science and Technology (ASEAN COST) senantiasa memberikan dukungan bagi kegiatan riset serta Pengembangan Iptek dan Inovasi Nasional ASEAN (Iptekin ASEAN).

Sebagai Bentuk dukungan tersebut, tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Sub-Komite ASEAN untuk Infrastruktur Sains dan Teknologi dan Pengembangan Sumber Daya (SCIRD) yang ke-52.

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Sekjen Kemristekdikti) Ainun Naim mengapreasiasi serta mendukung program kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Ia menilai, kerjasama ini mampu mengembangkan semua aspek pada bidang teknologi, penelitian dan pengembangan Science, Technology, dan Innovation (STI).

"Saya ingin menyoroti beberapa program yang perlu kami lakukan kedepannya, sesuai dengan agenda APASTI dan telah dibahas pada pertemuan sebelumnya,” ujar Ainun dalam sambutan pada pembukaan the 52nd Meeting of ASEAN SCIRD di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek), Jakarta, Selasa (3/4).

Ainun mengatakan, kerjasama negara-negara ASEAN pada bidang teknologi, penelitian dan pengembangan STI telah lama terjalin dan menjadi ‘strategic plan’ di bidang pembangunan. Salah satu bentuk kerjasama yang telah terwujud adalah dalam bentuk ASEAN Journal on Science and Technology for Development yang telah berjalan 3 tahun.

Pertemuan ini dihadiri Sekretariat ASEAN serta 22 delegasi dari 8 Negara ASEAN seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Sementara perwakilan dari Brunei Darussalam dan Singapura berhalangan hadir. 

ASEAN SCIRD ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 1 April hingga 3 April 2018 di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang Selatan.