Kemelut di Negara Konflik, Begini Curhatan Jazuli ke Dewan PBB

MONITOR, Jakarta – Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, meminta agar perserikatan bangsa-bangsa (PBB) lebih serius dan kuat dalam rangka menghentikan sejumlah konflik kekerasan yang memakan korban perempuan, orang tua dan terlebih anak-anak.

Hal itu disampaikan Jazuli saat memimpin langsung delegasi dari Fraksi PKS dan bertemu dengan komisioner tinggi PBB untuk pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees, UNHCR) di Jenewa, Swiss.

"Bayangkan jika mereka adalah anak-anak kita, orang tua kita, atau saudara-saudara kita sendiri yang tersiksa dan terbunuh dengan cara mengenaskan dan memilukan akibat konflik," tegas Jazuli sesenggukan tatkala mengajak hadirin bersama-sama memikirkan korban konflik di berbagai negara seperti Palestina, Suriah, Rohingya, Srilanka dan lain sebagainya, dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, di Jakarta, Kamis (15/3).

Oleh karena itu, ia mendesak dengan atas nama rakyat Indonesia, atas nama parlemen Indonesia, dan atas nama pemerintah Indonesia yang cinta kemanusiaan dan perdamaian, agar PBB menghentikan setiap konflik kekerasan yang terjadi.

Bahkan, anggota Komisi I DPR RI itu juga meminta PBB untuk ikut mencarikan solusi damai bagi negara-negara yang sedang dilanda konflik.

"Atas nama bangsa Indonesia kami mengetuk rasa kemanusiaan dunia. Stop konflik sekarang juga. Hentikan semua bentuk kekerasan yang hanya menghasilkan kesedihan bagi masyarakat dunia karena anak kehilangan ayah dan ibunya, sebaliknya orang tua kehilangan anak-anaknya," pungkas Jazuli.

Untuk diketahui, dalam kunjungan tersebut juga dihadiri, Nasir Jamil, Tamsil Linrung, Sutriyono dan Yudi Koutoky, ikut juga membersama delegasi, Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri.