Keluhan Politisi PAN Terkait Minimnya Toilet dan Lift DPR

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Fraksi Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto sebut minimnya toilet di lantai 20 menyulitkan para staff dan tamu. Menurutnya fasilitas tersebut harus diperhatikan agar tidak terjadi antre.

Meski dirinya dengan tegas menolak wacana pembangunan Gedung Baru, namun untuk beberapa kebutuhan pembangunan pisik yang mendesak maka tetap dibutuhkan penambahan ataupun revitalisasi.

"Jangan juga semua yang berbau DPR di tolak, itu gak adil kan, Contohnya kalau teman-teman datang ke lantai 20 ini, di lantai ini cuma ada dua kamar mandi satu untuk perempuan satu untuk laki laki, Saya sering kalau mau ke belakang (Kamar Mandinya) masih terkunci, karena ada orang di dalam, lalu saya balik, (ke ruangan, lalu) balik lagi juga masih terkunci," ujar Yandri di Ruang Rapat Fraksi – PAN, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9).

Diakui Yandri, adanya dua toilet pada satu ruangan dan di gunakan oleh seluruh staff ditambah yang lain tentu tidak akan memungkinkan. "Artinya karena disitu wc-nya untuk staff, anggota, dan tamu. Kita gak boleh menutup diri, inikan Real kenyataan. Masa satu sayap," jelasnya.

"Kadang-kadang kan kita sudah kebelet juga," tambah Yandri.

Selain itu, ia juga menilai Revitalisasi Lift di DPR juga perlu perbaikan, hal tersebut dikatakannya lantaran sudah beberapa kali Lift jatuh.

"Atau juga dengan lift. Lift kan pernah beberapa kali jatuh, Ambruk berapa kali. Saya kira itu penting dan mendesak," keluhnya.

Terkait wacana pembangunan gedung, apartemen dan lainnya yang dinilai kurang mendesak ia dengan tegas tetap menolaknya.

"Kalo apartemen, apakah perlu. Enggak (Enggak Perlu di Bangun), Kalo ruang demokrasi apakah perlu. Saya kira belum. Kan masih bisa demo dimana mana," tukasnya.