Kejagung Temukan Dugaan Korupsi di Dinas PU Jakarta Utara

MONITOR, Jakarta  – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Muhammad Rum menyatkan bahwa ada dugaan korupsi dalam kegiatan swakelola berupa refungsionalisasi sungai dan waduk, pengerukan, perbaikan saluran penghubung, pembersihan saluran sub makro, pemeliharaan infrastruktur drainase saluran mikro dan sub mikro pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara.

Disebutkan Rum Tiga mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara berturut-turut menjadi tersangka.

Mereka adalah mantan Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakut tahun 2013 berinisial JS; mantan Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakut periode Januari 2013-17 April 2013 berinisial SH; dan mantan Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakut periode Juni 2013-Desember 2014 berinisial W.

"Penyidik telah melakukan pemanggilan secara patut, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan menetapkan tersangka pada 19 Oktober 2017," ujar Rum dalam siaran persnya, Jakarta, Rabu (1/11).

Selain itu, sambung Rum, penyidik Kejaksaan juga telah menetapkan dua tersangka lain, yaitu SR yang merupakan mantan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Suku Dinas PU Tata Air Jakut tahun 2013 dan pensiunan PNS Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta bernama SK.

Rum mengatakan, para tersangka menyelewengkan anggaran yang bersumber dari APBD dan APBD-P tahun anggaran 2013-2014 sebesar Rp 116.357.789.000.

Dalam pelaksanaannya,papar Rum, pengelolaan tata air tersebut tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan.

"Terdapat pemotongan uang pencairan anggaran kegiatan swakelola," kata Rum.

Selain itu, tambah Rum, terdapat pemalsuan sejumlah dokumen dalam laporan yang seolah-olah telah dilaksanakan seluruhnya sesuai dengan anggaran yang dicairkan.

Sekedar informasi, saat ini penyidik Kejagung telah memeriksa 26 saksi terkait kasus tersebut.