Kata Tjahjo Kumolo soal Pemindahan Ibukota

MONITOR, Jakarta – Wacana pemindahan ibu kota negera dari kembali mencuat. Pemerintah mengklaim sudah melakukan sejumlah persiapan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan, proses pemindahan ibu kota negara sampai sejauh ini masih dalam tahap survei dan pengkajian.

Mengenai lokasi calon ibu kota baru tersebut, ia sendiri menyatakan, belum ada kepastian. Begitu juga waktu soal kapan proses tersebut bakalan dimulai.

Tjahjo mengakui, Presiden Joko Widodo memang sudah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melakukan survei.

Hal itu dilakukan karena untuk proses pemindahan ibu kota pemerintahan untuk kepentingan jangka panjang.

“Telaah dulu di mana lokasi yang cocok. Saya kira tidak bisa jangka pendek. Itu jangka panjang untuk memindahkan ibu kota negara,” ujar Tjahjo di Jakarta.

Tjahyo menambahkan, ada beberapa hal penting yang harus dipastikan dalam proses pengkajian ini. Diantaranya terkait luas lahan, kondisi lahan dari gempa serta berbagai kemungkinan lainnya.

“Jadi Bappenas saat kni sedang melihat secara geografis dulu. Kajiannya harus detail dan matang. Jadi belum dapat dipastikan kapan waktunya,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku telah membahas rencana pemindahan ibu kota secara detail dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Menurutnya, kajian pemindahan termasuk skema pendanaannya akan rampung tahun ini.

Rencananya, pemindahan ibu kota negara itu bisa dimulai pada 2018 atau 2019 mendatang.