Jambore TIK Disabilitas Digelar Kemkominfo di Jayapura

MONITOR, Jayapura – Gelaran Jambore TIK 2017 Disabilitas Bagi Remaja dan Dewasa di gelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomimfo) di Jayapura, Papua pada Rabu (18/10).

Kemkomimfo menyebutkan tujuan kegiatan ink adalah sebagaj upaya untuk memberikan akses setara terhadap teknologi informasi dan komunikasi kepada penyandang disabilitas di Indonesia.

"Diharapkan dengan adanya kompetisi dalam jambore ini kita akan mengurangi kesenjangan terkait dengan kehidupan para disabilitas. Dengan TIK harapannya merupakan salah satu hal yang membuat mereka lebih menjadi dimanusiawikan dan juga menjadi sama. Setara dengan mereka yang nondisabilitas," kata Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemkomimfo Sri Cahaya Khoironi dalam siaran persnya, pada.Rabu (18/10).

Sri menututkan, kolaborasi antara Badan Litbang SDM Kominfo dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) itu telah berlangsung sejak tahun 2015.

Tahun 2017 ini, sambung Sri, mereka yang unggul dalam kompetisi di beberapa wilayah akan mengikuti kompetisi akhir di Jakarta.

 “Kemarin pada tahun 2016 kita mendapat juara I, II, dan juara III untuk anak-anak. Pada 2015 kita ketempatan kegiatan JICT bagi penyandang disabilitas, Indonesia mampu menjadi juara umum, dan yang juga sangat membanggakan," paparnya.

Lebih lanjut, Sri menuturkan, peserta jambore ada yang dapat memiliki sertifikasi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indoesia) Bidang TIK.

"Merekapun  diuji dengan hasil luar biasa, 100 % semua peserta lulus. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak kalah dengan teman-teman nya yang lain bahkan lebih punya potensi unggul karena mereka sangat memungkinkan dengan kebutuhan khususnya,” tuturnya.

Sri menyebut untuk pengembangan masa depan mereka, akan ada kerjasama dengan kementerian lain seperti dengan Kementerian Sosial dan  Kementerian Ketenagakerjaan.

“Semua kementerian diamanatkan untuk penerimaan CPNS baru dengan mengakomodir para penyandang disabilitas. Ini merupakan salah satu kemajuan besar didalam kita mengapresiasi dan menempatkan mereka didalam Seleksi CPNS," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Umum BP3TI Kementerian Kominfo Fadhillah Mathar mengharapkan melalui jambore TIK ini, setiap peserta akan dapat memanfaatkan TIK untuk meningkatkan kompetensi mereka.

"Melalui Jambore TIK para penyandang disabilitas bisa menikmati layanan telekomunikasi dan informatika dan TIK itu adalah suatu senjata serta keunggulan yang bisa membuat para disabilitas itu sejajar dengan non disabilitas," jelasnya.

Hal itu, sambung Fadhilah, selaras dengan program pemerintah untuk menyediakan akses bagi seluruh warga negara. “Intinya bagi Kominfo selain infrastruktur kita memastikan bahwa akses  disabilitas ini menjangkau semua lapisan masyarakat bukan hanya kaitan dengan sinyal tapi juga dengan pemberdayaan ekosistem infrastruktur yang sudah ada," katanya.

Direktur Fadhillah Mathar menyatakan kompetisi dalam Jambore TIK bukan tujuan akhir, melainkan awal untuk belajar dan mengembangkan diri. "Sarana awal untuk belajar dan TIK ini adalah pintu bagi mereka agar bisa sejajar dengan kawan-kawannya, juga memanfaatkan semua hal untuk mereka belajar lebih berkreasi serta TIK bisa secara produktif untuk mencari nafkah," tegasnya.

Ia mengungkap Indonesia belajar dari negara tetangga untuk mendorong para penyandang disabilitas agar mampu berkreasi di Bidang TIK. "Seperti halnya di Korea, mereka sudah bisa coding karena mereka sangat tekun. Inilah yang belum kita explore dari para disabilitas, sebenarnya mereka jauh lebih baik dari kita yang nondisabilitas," ungkapnya.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia