Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2019, Anies Mengaku Masih Ingin Fokus di Jakarta

MONITOR, Jakarta – Belum berakhir masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah ramai dibicarakan bahwa dirinya berpotensi menjadi calon kuda hitam di Pilpres 2019. Dengan pertimbangan, elektabilitas yang diyakini cukup tinggi meski masih di bawah Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo‎ mengungkapkan, dirinya sempat bertemu Gubernur DKI itu belum lama-lama ini. Dalam pertemuan tersebut, Anies mengaku masih fokus untuk mengakhiri jabatannya di Ibu Kota.

"Beliau masih memikirkan Jakarta sampai dengan 2022. Beliau masih mencari solusi banjir, perumahan, dan bicara pilpres belum ada," ujar Aryo saat dikonfirmasi, Jumat (16/2).

Meski begitu, apabila nanti 2019 peta politiknya berubah. Termasuk ada kemungkinan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu ikut serta meramaikan pesta politik di Pilpres 2019 nanti.

"Tidak ada yang tidak mungkin ya. Hanya Tuhan yang tahu," katanya.

Tapi yang jelas, Hashim Sujono Djojohadikusumo selaku pembina partai Gerindra menjelaskan, bahwa internal Partai Gerindra belum membicarakan mengenai capres ataupun cawapres kepada Anies Baswedan. Pembicaraan itu hanya seputar tata kelola dan program yang berjalan di DKI Jakarta.

"Pembicaraan ke capres cawapres belum ya, karena beliau ingin fokus di Jakarta," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan dari riset yang dilakukannya, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah tokoh yang berpeluang menjadi kuda hitam di Pilpres 2019 nanti.

Hal tersebut disebabkan, Anies Baswedan memegang jabatan strategis, dan saat ini menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta. Sehingga apapun kebijakannya yang dilakukan akan menjadi sorotan publik dan media massa. Selain itu, karena Jakarta merupakan contoh bagi daerah lainnya.

Menurut Qodari, dari data yang ia riset, Jokowi meraih 46,8 elektabilitas yang dipilih responden, Prabowo Subianto 22,9 persen, dan Anies Baswedan 2,4 persen.