PERMAHI minta Jokowi serius sikapi Ancaman terhadap Pimpinan KPK

PERMAHI Logo

MONITOR, Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Angkat bicara terkait teror bom dikediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) M. Andrean Saefudin mengatakan jika PERMAHI mengecam keras aksi teror yang menimpah dua pimpinan KPK tersebut. “Ini merupakan ancaman serius, kepada Institusi KPK dimana sebelumnya, sama-sama kita ketahui teror penyiraman air keras terhadap Sdr. Novel Baswedan yang sampai saat belum terungkap,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jum’at (11/1/2019).

Menurut Andrean, teror terhadap KPK yang kian gencar patut diduga berkaitan erat dengan kasus-kasus korupsi kelas kakap yang sedang ditangani KPK. “Dan Ini bukan pertama kalinya terjadi, ini merupakan bentuk serius dan berbahaya. hal ini terbukti, Gedung KPK pernah mendapat ancaman teror bom serupa, ancaman pembunuhan, serta kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, yang sampai detik ini belum terungkap,” ungkap Andrean.

“PERMAHI meminta Presiden Joko Widodo untuk menyikapi secara serius kasus teror terhadap KPK serta memberikan jaminan perlindungan keamanan terhadap pimpinan dan pegawai KPK, termasuk segera membentuk Tim Gabungan Percari Fakta (TGPF) terhadap kasus Sdr. Novel Baswedan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Andrean PERMAHI juga meminta Kapolri untuk memerintahkan seluruh aparaturnya untuk bergerak secepat mengungkap dan menjerat pelaku teror bom terhadap pimpinan KPK dan teror-teror lainnya yang dialami pegawai KPK.