Hindari Fitnah Berjamaah, Masyarakat Diimbau Tidak Mudah Sebarkan Informasi Palsu

MONITOR, Yogyakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berpesan kepada warga Kota Yogyakarta agar tidak perlu membuang pulsanya selama isi informasi yang disebarkan tidak benar. Menurutnya, di dunia ini penyebaran berita palsu hanya akan merugikan materi dan juga dapat disebut dengan fitnah berjamaah.

“Kalau mendapatkan informasi, kita tidak tahu itu benar atau tidak, kita main kirim lagi maka kita akan rugi. Pulsa pertama, kedua, kalau isinya tidak benar, ini fitnah berjamaah namanya,” serunya dari atas Panggung Kirab Budaya dan Do’a Bersama untuk Negeri "Harmoni Indonesia" di Alun-alun Utara Yogyakarta, Sabtu (10/2) kemarin.

Menteri Kominfo menyebutkan ciri-ciri berita palsu. Ia mencontohkan, apabila isi pesan tersebut tertulis dari kamar sebelah maupun mengatasnamakan kelompok tertentu. Hoaks atau berita bohong juga kerap terdeteksi apabila memiliki kalimat ajakan untuk memviralkan informasi tersebut.

“Atau antara lain yang bawahnya ada tulisannya: Ayo viralkan! Apa saya dibayar bila memviralkan? Kan enggak,” cetusnya.