Hetifah Prihatin Jumlah Anak Berkebutuhan Khusus semakin Meningkat

MONITOR, Kutai – Jumlah anak berkebutuhan khusus semakin meningkat. Berdasarkan data BPS tahun 2017, tercatat ada sekitar 1,6 juta anak mengalami kondisi tersebut. Hal ini pun menyita perhatian Wakil Ketua Komisi IX Hetifah Sjaifudian.

Sebagaimana pada Minggu (8/4) lalu, Politikus Golkar yang berkesempatan mengikuti acara Walk for Autism ini memberikan apresiasi kepada Junior Chamber International (JCI) sebagai pihak penyelenggara kegiatan khusus anak-anak berkebutuhan khusus.

“Ini bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus. Jumlah anak-anak kita yang berkebutuhan khusus semakin banyak. Data BPS 2017 lalu menyebut ada 1,6 juta anak berkebutuhan khusus, sedangkan akses pelayanan dasar seperti pendidikan masih terbatas," ujarnya.

Lanjut Hetifah, segala fasilitas pendidikan baik alat-alat peraga pendidikan maupun tenaga pendidik bagi mereka harus ditambah.

"Fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik bagi siswa berkebutuhan khusus harus ditambah sesuai dengan kebutuhan dan jenis kekhususannya," kata Hetifah.

Sementara itu, Presiden JCI Kaltim Dwi Prayoga dalam sambutan kegiatan Walk For Autism mengungkapkan perlunya kolaborasi seluruh komponen dalam mendukung provinsi inklusi di Kaltim.

Begitupun Gubernur Kaltim, Awang Faroek, yang bersedia instruksikan seluruh Walikota dan Bupati se-Kaltim untuk memberikan perhatian yang sama seperti Pemprov Kaltim dalam perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dengan memberikan alokasi khusus dari APBD.