Wiranto Prediksi Pemilu 2019 Jauh Lebih Rumit

Menko Polhukam Wiranto didampingi Panglima TNI dan Kapolri saat konferensi pers (dok: setkab)

MONITOR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto memprediksi Pemilu 2019 akan lebih rumit, kompleks, dan massal dibandingkan pemilu yang lalu. Hal ini dikarenakan akan dilaksanakan secara serentak mulai dari pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden maupun Wakil Presiden.

Wiranto pun berharap, para petugas di lapangan baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai paling bawah mengenali tugas mereka masing-masing, dan tidak hanya itu tapi juga mengenali kemungkinan masalah yang akan muncul di daerah.

“Karena dari daftar indeks kerawanan pemilu yang sudah masuk ke kita tidak setiap daerah itu sama, masing-masing daerah secara spesifik punya masalah-masalah yang berbeda satu dengan yang lain, itu dikenali, dipahami betul, bahkan harus dicari jalan keluarnya,” ujar Wiranto, Senin (24/9) kemarin.

Mantan Panglima ABRI ini menyatakan, sejauh ini pemerintah memiliki prinsip aksi pencegahan lebih baik daripada aksi mengatasi setelah terjadi masalah. Dengan demikian, tidak ada kerugian apa-apa karena sudah diatasi.

Selain itu, Wiranto menambahkan pemerintah sangat berharap agar masyarakat mampu menghindari money politics dan penggunaan politik identitas yang berhubungan dengan SARA.

Lanjut Menko Polhukam, masyarakat juga diimbau agar tidak menjadikan medsos sebagai ajang kampanye negative, entah hoax, hate speech, menyangkut masalah fitnah, mengkritisi satu dengan yang lain dengan cara-cara yang tidak senonoh dan sebagainya.

“Kalau itu kita bisa cegah atau hindari, paling tidak kita bisa menghindari kerawanan-kerawanan pemilu yang nanti akan kita laksanakan,” pungkas Wiranto.