Gus Ipul Kalah, PKB Klaim Posisi Cak Imin Masih Kuat di Jatim

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (net)

MONITOR, Jakarta – Hasil perhitungan sementara atau quick count di sejumlah lembaga survei nyaris mengubah peta perpolitikan parpol jelang Pilpres 2019. Seperti halnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang belakangan agresif mendekati calon presiden petahana Joko Widodo.

Diketahui, pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur yang diusung PKB di dua Provinsi Pulau Jawa gagal memenangkan kontestasi Pilkada. Sejumlah kalangan menduga hal itu akan berpengaruh terhadap posisi nilai tawar Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum PKB, yang digadang akan mendampingi Jokowi di Pilpres mendatang.

“Ya begini, Jawa Timur atau NU atau pun suara PKB seperti disampaikan Cak Imin ya Pak Jokowi mestinya melihat itu sebagai nilai. Kita kemarin ada 11 juta, di Pilkada yang ada semua ini calon-calon yang didukung PKB meskipun tidak menang mutlak, sebagian juga suaranya terkumpul di situ,” kata Politikus PKB Jazilul Fawaid, di Jakarta, Kamis (28/6).

Jazilul menekankan publik agar tidak terpaku pada pemilihan Gubernur saja. Lanjut dia, PKB berhasil mengantarkan para kadernya menjadi kepala daerah di beberapa daerah.

“Di Pilkada Jawa Timur jangan cuma dilihat gubernurnya saja. Karena di pemilihan bupati, PKB kadernya banyak yang jadi. Dulu kan ngusung orang, sekarang kadernya. Di Pamekasan, di Lumajang, di Bojonegoro, di kota Probolinggo. Itu kadernya PKB lho yang jadi,” sebut dia.

Oleh karena itu, ia menyakini jika nilai tawar politik Cak Imin masih sangat kuat, meski pada Pilkada Jawa Timur pasangan calon yang ikuti diusung mengalami kekalahan.

“Masih kuat. Jatim kalah dalam konteks bahwa dukungan kepada Gus Ipul aja. Tetapi bahwa apapun di Jawa Timur, kiai dan komunitas NU tetap bersatu, kan enggak ada masalah,” klaim anggota komisi III DPR RI itu.

“Jadi apa yang terjadi di Jawa Timur hari ini membuktikan Jawa Timur basis dari kalangan Islam, Ahlussunnah atau NU, atau Islam rahmatan lil alamin yang sesuai dengan visi PKB. Jadi enggak ada persoal itu,” ujarnya.

Pun demikian, Jazilul mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap hasil perhelatan Pilkada tersebut.

“Secara detail desk Pikada sudah membuat evaluasi, tapi kan belum resmi. Tetapi dari beberapa gubernur yang didukung oleh PKB ya biasa ada yang kalah dan menang. Akan tetapi hitungannya menang lah ya. Di Jawa Barat, di Kalimantan Barat. Termasuk juga di Sumatera Utara yang di ujung kita juga menang. Di Maluku Utara,” pungkas Jazilul.