Gerindra Klaim Temukan Data Jutaan Pemilih Siluman di Jakarta

Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, M Taufik, saat memberikan keterangan pers (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Partai Gerindra Jakarta merilis data mengenai penyelenggaraan Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang, bakal diwarnai banyak pemilih siluman khususnya untuk wilayah Jakarta.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, M Taufik, dari penelusuran timnya menemukan ada data pemilih sementara (DPS) yang dikeluarkan oleh KPU ditemukan ada sekitar 1.243.896 data pemilih yang invalid.

“Dikatakan invalid, karena dari data pemilih, kami menemukan adanya nomor NIK /KK tidak berjumlah 16 digit. KK terbit sebelum tahun 2005, KK terbut setelah DPS/DPT dan banyak lagi indikasi kekeliruan data namun bisa masuk kedalam Data Pemilih,” ujar Taufik dalam keterangan persnya di The Kemuning, Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat.

Tak hanya menemukan data invalid dalam data pemilih, Partai Gerindra Jakarta juga menemukan adanya pemilih ganda yang jumlahnya cukup fantastis yakni mencapai 27.178 data pemilih.

“Dikatakan pemilih ganda, karena kami menemukan adanya KK, NIK, Nama, Tanggal Lahir sama. Ada juga KK, NIK, Nama, Tanggal Lahir dan Alamat Sama dan yang lainnya,” terang Taufik.

Disebutkan Taufik, untuk mewujudkan kualitas pemilu dan pilpres yang berkualitas yakni bersih, jujur dan adil serta jauh dari kecurangan maka kesalahan-kesalahan dalam data daftar pemilih harus diperbaiki jangan dibiarkan.

Taufik pun mengatakan kesalahan fatal ini sangat aneh dan kemungkinan dikarenakan kesengajaan maupun human error.

“Kami akan menyerahkan dokumen hasil temuan ini kepada KPU DKI, Bawaslu DKI, dan Dinas Dukcapil pada Sabtu (20/7), terangnya.

Sebab sambung Taufik, kejadian tersebut bukan hanya akan merugikan Gerindra saja, melainkan semua partai yang bertarung pada pesta demokrasi tahun depan.