Gerakan 3M, Ramuan Hemat Energi Kementerian ESDM

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka mendorong gaya hidup hemat energi pada masyarakat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengkampanyekan gerakan hemat energi melalui berbagai pendekatan, salah satunya dengan menggaungkan gerakan 3M; mematikan lampu jika tidak digunakan, mencabut kabel, dan mengatur suhu pendingin ruangan menjadi 25 derajat celcius.

Dirjen Energi Baru, Terbaruan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengungkapkan perilaku hemat energi dapat dilakukan dengan cara sederhana dan tidak memerlukan biaya.

"Cukup matikan lampu saat tidak digunakan, ini harus terus dibiasakan biar jadi budaya," ujar Rida saat memberikan sambutan pada Penganugerahan Pemenang Lomba Hemat Energi (LHE) di Sekolah 2017 beberapa waktu lalu. 

Saat ini, lanjut Rida, pemerintah terus melakukan kampanye "Potong 10 Persen". Menurutnya, perilaku hemat energi ini menguntungkan bagi masyarakat yang bersangkutan karena berkaitan dengan penurunan biaya listrik. Selain itu, perilaku ini akan memudahkan pemerintah dalam melakukan distribusi listrik kepada seluruh rakyat Indonesia. 

"Apabila kita hemat listrik, energi tersebut bisa dialirkan untuk masyarakat yang belum menikmatinya. Kita diingatkan berhemat agar masyarakat yang belum menikmati listrik kebagian. Hemat energi juga bisa mengandung makna keadilan," pungkas Rida. 

Sekedar informasi, Lomba Hemat Energi yang berhadiah total Rp.350 juta ini melibatkan sekolah-sekolah di lima kota, yaitu Palembang, Wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Perhelatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa kepedulian para siswa terhadap konservasi energi dan menjadi motor penggerak budaya hemat energi di masa yang akan datang.