Fraksi PKS Percaya Aparatur Negara Bakal Netral di Pilkada

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini (dok:Jazuli)

MONITOR, Jakarta – Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini masih percaya jika aparat negara baik ASN, Polri, dan TNI tidak akan mengkhianati negara dan membunuh demokrasi dengan bertindak tidak netral dalam pilkada 2018 dan pemilu 2019.

“Saya percaya aparat negara tidak akan menggadaikan bangsa dan negaranya hanya untuk kepentingan politik sesaat. Kalau ada oknum yang tidak netral dalam pilkada dan pemilu harus segera ditindak tegas dan diberhentikan dari jabatannya,” tandas Jazuli.

Hal ini menanggapi sinyalemen ketidaknetralan aparat dalam pilkada mendatang, salah satunya dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jazuli sendiri menganggap pernyataan SBY sebagai peringatan bagi aparat agar menjaga betul netralitasnya.

“Apa yang dikemukakan Pak SBY kita anggap sebagai peringatan agar kita semua sama-sama menjaga netralitas aparat negara. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan dan tanggung jawab untuk menjaga bangsa dan demokrasi kita agar tetap bermartabat,” kata Jazuli.

Anggota Komisi I ini mengatakan, sungguh terlalu mahal harga yang harus dibayar oleh bangsa ini jika aparat negara tidak netral dan ikut bermain politik. Untuk itu kita semua wajib menjaga dan mengingatkan demi menjaga marwah institusi aparatur negara yang seyogiyanya milik kita bersama.

“Aparat yang tidak netral merusak reformasi yang susah payah kita bangun dan membunuh masa depan demokrasi. Bahkan kita bisa terperosok dalam konflik sosial akibat ketidaknetralan itu. Aparat negara harus camkan betul hal ini. Jangan main-main dengan kekuasaan dan kewenangan yang dipunya, jangan sampai diselewengkan,” pungkas Jazuli.