Fahri Hamzah Larang Anak-Anak Korban Gempa Makan Mie Instant

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah saat menemui korban gempa Lombok

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua bidang Kesejahteraan Rakyat DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa selain bantuan secara materiil, pemulihan kondisi psikologis pasca gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi hal penting terutama anak-anak.

Fahri yang didampingi Wilgo Zainar (F-Gerindra), Lalu Gede Syamsul Mujahidin (F-Hanura) dan M. Syafruddin (F-PAN) sempat berhenti di empat titik, yakni sebuah masjid yang rusak parah, kemudian sebuah sekolah dasar (SD) yang siswanya belajar di tenda, di Kantor Desa Obel-Obel dan Lapangan Meydani.

“Anak-anak masih trauma, mereka belum bisa tidur setelah kejadian. Mereka harus dihibur dan dipulihkan. Jangan kasih mereka banyak makan mi instan. Beri mereka susu, daging dan protein yang cukup,” kata Fahri kepada para pendamping bencana, Rabu (1/8).

Masih dalam kunjungannya tersebut, Fahri juga menyerahkan bantuan yang merupakan patungan baik dari anggota dewan maupun pimpinan senilai Rp380 juta yang kemudian diserahkan sebagai amanah kepada para korban bencana.

Di Desa Obel Obel yang menjadi titik evakuasi ratusan korban di bawah tenda darurat itu, Fahri Hamzah menyerahkan secara simbolik bantuan kepada Kepala Desa.

“(Bantuan ini) penggunaannya agar dimusyawarahkan, disegerakan dan yang penting dipertanggungjawabkan, karena ini amanah banyak orang,” ujarnya.

Untuk diketahui, gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter dengan kedalaman 24 km mengguncang pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Bali, pada hari Minggu (29/7). Dampak paling besar , terjadi di wilayah Sembalun yang merupakan salah satu pos pendakian menuju Gunung Rinjani yang sedang ramai pengunjung.

Selain korban jiwa 16 orang dan 300 lebih warga terluka, gempa di Lombok Timur yang terasa hingga di Pulau Bali dan Sumbawa menimbulkan kerusakan fisik parah pada ribuan bangunan rumah, gedung fasilitas publik dan perkantoran.

Di desa Obel Obel sendiri, 4.000 rumah hancur. Pemerintah provinsi NTB dan BNPB menetapkan waktu tanggap darurat hingga hari Kamis (2/8) untuk selanjutnya masuk fase pemulihan.