Fadli Zon Sindir Aksi Jokowi Bagi Bingkisan, Ketum PPP Pasang Badan

MONITOR, Jakarta – Belakangan jagat dunia sosial media dihebohkan dengan beredarnya video Presiden Jokowi bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy, yang dalam video tersebut mempertontonkan kedua tokoh itu melemparkan beberapa bingkisan ke luar mobil melalui jendela.

Lantas video yang beredar viral di sosmed itu menuai sindiran dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Bahkan dia menyarankan kepada Presiden agar menyudahi kebiasaan untuk bagi-bagi bingkisan ke masyarakat.

"Seorang presiden melempar barang, atau apa dari dalam mobil. Ini aduuh, agak primitif. Menurut saya harus dihentikan lah itu. Ini mengganggu kita sebagai bangsa yang beradab," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, (6/2).

Tak mau tinggal diam, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy menjelaskan pembagian bingkisan yang dilakukan Jokowi pada kesempatan saat menghadiri peringatan Haul Majemuk masyayikh yang berlokasi di Pondok Pesantren Salafiyah Safi'iyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur itu. 

Menurutnya, adalah suatu hal yang wajar apabila Presiden membagi bingkisan kepada rakyatnya. "Bagi yang tidak setuju karena cara pemberian, saya kira mereka tidak mengetahui persis bagaimana konteksnya," kata Romy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (6/2).

Romy menjelaskan, pada saat bagi-bagi bingkisan itu Jokowi terpaksa karena keterbatasan waktu akan tetapi masyarakat terus mengelu-elukan, karena tau kebiasaan Presiden. hal lainnya, nampak di sepanjang jalan berduyun masyarakat yang menunggu kedatangan Jokowi. 

"kemudian masyarakat minta kaos, minta alat tulis, dan mereka berteriak. Maka saya senyum-senyum apa yang terjadi, mumgkin karena di mobil itu alasannya banyak kaos alat tulis dan segala macam atribut. Saya kira itu bukan hal yang perlu dikritisi, dalam demokrasi. Ada yang setuju dan tidak, itu biasa," tutur Romy. 

Menurut Romy, aksi membagikan bingkisan sudah menjadi kebiasaan mantan orang yang pernah menjabat sebagai Walikota Solo itu. Bahkan sejak sebelum menjadi presiden Jokowi ahli sedekah di solo, suka membagi beras dan membagi sembako. Bukan dalam konteks kedudukannya sebagai Walikota.

"Nah kemarin adalah satu dari kebiasaan Presiden. Saya melihat Presiden dielukan oleh rakyat, nampak ekspresi kecintaannya dengan berkomunikasi dan melempar sovenir dalam bentuk yang wajar," ucapnya.