Enam Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan Segera Beroperasi

Presiden Joko Widodo meresmikan dan ground breaking enam proyek ketenagalistrikan

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo siang ini ditemani Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan dan meletakkan batu pertama enam Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan region Sulawesi, Senin (2/7). Hadir pula pada kesempatan itu, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dan Plt Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono dan Bupati Sidenreng Rappang.

Adapun lokasi peresmian dipusatkan di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Pada laman resmi Kementerian ESDM, tercatat total kapasitas proyek yang diresmikan hari ini sebesar 757 megawatt (MW) dengan nilai investasi lebih dari 1,168 miliar USD.

Proyek infrastruktur ini juga diketahui menyerap tenaga kerja hingga 4.480 orang sejak tahap konstruksi hingga operasional. Pembangkit listrik tersebut merupakan bagian dari program ketenagalistrikan 35.000 MW.

“Ketersediaan listrik yang memadai akan menggerakkan roda pembangunan dan investasi yang selama ini terpusat di bagian barat Indonesia bergeser ke arah timur,” demikian keterangan yang dihimpun MONITOR.

Diantara Pembangkit yang diresmikan Presiden Jokowi yakni, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidenreng Rappang (Sidrap) berkapasitas 75 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya, kapasitas 2×100 MW, PLTU Independent Power Producer (IPP) Jeneponto Ekspansi Kapasitas 2×135 MW.

Sementara itu, pembangkit yang groundbreaking, diantaranya adalah PLTU Sulsel Barru 2 dengan kapasitas 100 MW, Pembangkit Listrik tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk berkapasitas 40 MW, PLTB Tolo, Jeneponto dengan kapasitas 72 MW.