Dubes Indonesia Bocorkan Strategi Kemenangan RI di DK PBB

Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kemenlu (SESPARLU) ke-59, di Pusdiklat Kemenlu

MONITOR, Jakarta – Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dubes Dian Triansyah Djani mengatakan sejak terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019- 2020 beberapa waktu yang lalu, tidak terlepas dari penerapan changing cultural mindset sebagai konsekuensi diplomasi zaman now.

Hal itu disampaikan Djani di depan Kepala Pusdiklat Kemenlu Yayan G.H. Mulyana, Direktur Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (SESPARLU) June Kuncoro Hadiningrat, dan 27 peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kemenlu (SESPARLU) ke-59, di Pusdiklat Kemenlu, Jakarta, Jumat (6/7).

“Kalau hanya mengandalkan metode konvensional, seperti mengirim nota diplomatik atau resepsi, tidak mungkin kita menang dalam pemilihan Anggota Tidak Tetap DK PBB,” kata Dubes Djani.

Menurutnya, Seluruh kebijakan, strategi dan taktik dihitung dengan cermat dan diukur dampaknya bagi pemenangan Indonesia. Ia menganalogikannya dengan Pilkada di Indonesia yang menggunakan seluruh daya dan upaya namun harus menghormati principles and ethics.

“Trend diplomasi sekarang adalah pendekatan yang utuh, baik personal maupun dinas, pada segala tingkatan. Gunakan semua potensi yang ada, baik itu posisi negara, budaya, maupun makanan khas. Kita harus mampu mengubah cultural mindset kita,” imbuhnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa melalui saling dukung dengan negara-negara anggota PBB pada organisasi internasional lainnya, Dubes Djani menggunakan cara “out of the box” untuk memastikan dukungan negara lain. Misalnya penggunaan media sosial dan pendekatan personal.

“Misalnya dengan mengirim surat pribadi kepada Dubes negara lain dengan tulisan tangan, diplomasi keliling oleh Presiden RI dan jajaran pimpinan Kemenlu termasuk Menlu, termasuk lewat pentas angklung dan promosi kopi Indonesia di Markas Besar PBB,” paparnya.

Tak hanya itu, Dubes Djani juga mengingatkan bahwa kemenangan Indonesia di DK PBB hanyalah awal dari perjuangan. Sehingga menurutnya, Indonesia harus bisa menyebarkan hal-hal yang positif sebagai bentuk sikap dalam mengamanatkan perdamaain di dunia yang seutuhnya.

“Kita harus upayakan agar prinsip-prinsip Indonesia menyebar di berbagai program PBB, khususnya prinsip perdamaian dan anti-penjajahan. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan kebanggaan dan harapan seluruh bangsa dan masyarakat Indonesia untuk menjadi True Partner for World Peace,” pungkasnya.