DPR Kritik Kebijakan Impor Aspal

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid angkat bicara mengenai impor aspal sebagai bahan baku insfrastruktur. Wachid bahkan mengadukan kebimbangannya mengenai alasan pemerintah yang lebih memilih stok bahan dari luar negeri.

"Pemerintah ini aneh, kenapa proyek infrastruktur jalan tol, jalan negara pakai aspal Import? Padahal kita punya aspal Buton yang kualitasnya lebih bagus. Kok tidak digunakan, malah import aspal yang bisa menguras devisa kita," ujar Abdul Wachid kepada wartawan, Jakarta.

Politukus Gerindra ini menyatakan, jika pasokan dalam negeri tersedia, maka sangat tak lazim jika pemerintah melakukan impor. "Kalau pakai produk sendiri bisa menciptakan lapangan kerja mengurangi pengangguran dan devisa kita tidak terkuras habis," jelasnya.

"Terlebih lagi pengusaha lokal, industri lokal bisa tumbuh baik, sekarang pengusaha dan industri lokal sudah teriak sulit berkembang karena di benturkan dengan asing," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, muncul pernyataan Ketua Komite Tetap Pengembangan Infrastruktur Bidang Konstruksi Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia, Dandung Sri Harnito, tentang sebagian besar pasokan aspal masih diimpor.

"Kebutuhan aspal kita itu saat sekarang 1,2 juta ton per tahun, tapi hanya 20% dari lokal, artinya sebanyak 80% itu sisanya impor. Jadi kita bangun jalan-jalan sepanjang itu ternyata aspalnya dari impor," ungkap Dandung Sri dalam acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo, Jakarta, Senin (23/10).