DPD RI Dukung Penuh Pemekaran DOB di Kabudaya

MONITOR, Jakarta – Pemekaran wilayah menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Bumi Dayak (Kabudaya) Sebatik, dan Krayan, Kalimantan Utara disambut positif oleh Wakil Ketua DPD RI, Nuno Sampono.

Ia mendukung rencana ini karena kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan berbatasan langsung negara Malaysia.

"Memang perbatasan memiliki wilayah yang khas. Karena wilayah perbatas ini berhadapan langsung dengan negara lain. Kadang daerah perbatasan kurang mendapatkan sentuhan dari pusat," ujar Nono kepada wartawan ketika  kunjungan ke Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (27/8) kemarin.

Sejauh ini DPD RI terus mendukung sepenuhnya pemekaran DOB di Kabudaya, Sebatik, dan Krayan. Namun, hal itu tidak bisa dipisahkan dari tiga pihak. Diantaranya DPD RI, DPR RI, dan Pemerintah. "Semoga ketiga ini bisa bertemu dan menyelesaikan permasalahan ini," jelas Nuno.

Sementara itu, Nono menjelaskan DPD RI selalu membahas dan berdiskusi di berbagai daerah terkait DOB. Sejauh ini, DPD RI mencatat ada 173 calon DOB yang sedang diperjuangkan.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada Presiden dan telah membahas ini dengan Pak Wapres. Pada dasarnya kita menentang moratorium DOB," tegasnya.

Senator asal Maluku itu menilai pemekaran sebenarnya membuat daerah kuat dan sejahtera. Oleh karenanya perlu adanya pemekaran agar pengendalian pemerintahan lebih cepat.

"Namun perlu dicatat kita perlu berjuang soal pemekaran, namun jangan sampai menimbulkan konflik. Kita mengecam itu (konflik)," tegas dia.

Lebih jauh, Nuno menambahkan jika pemekaran wilayah sudah dibangun oleh pemerintah daerah harus dijaga dengan baik. Jangan malah perjuangan ini (pemekaran) berujung pada konflik. Sehingga perjuangan ini sia-sia saja.

"Masih utuh daftar calon DOB yang diusulkan disini di DPD RI. Kami 100 persen mendukung. Namun itu kembali lagi ke DPR dan pemerintah," papar dia.

Sekedar Informasi dalam kesempatan itu, turut hadir pula Anggota DPD RI Provinsi Kaltim Muhammad Idris, Anggota DPD RI Provinsi Kaltim Aji Muhammad Mirza, Anggota DPD RI Provinsi Kalteng Muhammad Mawardi, Anggota DPD RI Babel Hudarni Rani, Anggota DPD RI Provinsi Bali I Kadek Arimbawa, dan Anggota Provinsi Kalsel Antung Fatmawati.