Dipanggil Bawaslu, Panitia Gerakan Emas Klaim Tak Langgar Aturan

Foto: Asep Syaepudin/monitor

MONITOR, Jakarta – Acara deklarasi gerakan Emak-emak dan Anak Minum Susu (Emas) ternyata disoal oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Panitia dari acara ini pun dipanggil oleh Bawaslu untuk dimintai keterangan terkait acara yang digelarnya.

Ketua Panitia Acara Deklarasi Emas, Adi Kurnia Setiadi, membenarkan adanya pemanggilan pihak Bawaslu kepada dirinya selaku Ketua Panitia acara. “Kami dipanggil Bawaslu karena ada laporan bahwa kegiatan yang kami gelar melanggar aturan kampanyr. Ya, kami jelaskan ke Bawaslu kalau kegiatan deklarasi emas ini bukanlah kegiatan kampanye,” ujar Adi kepada MONITOR, Rabu 7 November 2018.

Panitia penyelenggara deklarasi ‘Gerakan EMAS’ didampingi kuasa hukum memenuhi panggulan Bawaslu terkait dugaan kampanye pemilu di luar jadwal oleh pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Panitia acara, Adi Kurniadi Setiadi menegaskan kegiatan tersebut bebas dari kampanye. Menurutnya, acara deklarasi emas itu murni gerakan sosial, bukan partai tertentu ataupun sayap partai.

Kehadiran Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di lokasi karena merupakan tamu undangan. Selain itu, acara gerakan emas memang sengaja melibatkan kaum emak-emak dan anak-anak karena kegiatan tersebut bertujuan untuk mengangkat tema perbaikan gizi buruk di Indonesia. Salah satunya dengan membiasakan anak-anak meminum susu.

“Namanya Gerakan EMAS, ya wajar anak-anak hadir di lokasi acara sesuai tema mengangkat persoalan gizi buruk di Indonesia,” jelas Adi

Tak hanya itu, sebelum acara digelar pihak panitia sudah melakukan kordinasi dengan aparat terkait diantaranya adalah, Bawaslu Jakarta Timur, Panwascam, Kepolisian, Dishub dan Satpol PP. “Jadi memang acara yang kami buat murni kegiatan sosial tak ada unsur politik,”tegasnya.

Kata Adi, di lokasi acara yang digelar di Stadion Klender, Jakarta Timur, juga tidak ditemukan atribut kampanye pemilu dalam bentuk apa pun. “Jadi memang tidak ada aturan atau undang-undang yang kami langgar,” cetus Adi.

Sekedar diketahui, dipanggilnya panitia acara gerakan emas karena adanya laporan Jaringan Advokasi Rakyat Partai Solidaritas Indonesia (Jangkar Solidaritas) ke Bawaslu. Karena acara tersebut mengundang calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subiato.

Prabowo, menurut pelapor, diduga berkampanye dalam acara Gerakan Emas atau Gerakan Emak-emak dan Anak-anak Minum Susu pada 24 Oktober. Prabowo disebut menjanjikan sejumlah hal bila terpilih sebagai presiden dalam acara tersebut.