Digital Challenge 2017 Mengiringi Persiapan Asian Games 208

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka memeriahkan kegiatan menuju Asean Games 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Digital Challenge 2017. Gelaran ajang Digital Challenge 2017 berangkat dari harapan agar perhelatan Asean Games 2018 mampu memberikan pengalaman berbeda balutan dan sentuhan kemajuan teknologi informasi terkini, disamping untuk mendorong capaian digital Indonesia.

Pemenang kompetisi Digital Challenge 2017 mendapatkan kesempatan melalui peran aplikasinya digunakan oleh siapun yang berkenaan dengan perhelatan Asean Games 2018. Kegiatan ini didukung oleh Ericson Indonesia.

Pemenang kompetisi juga mendapatkan kesempatan mengunjungi Ericson Studio and Ericson Garage di Swedia. Informasi tentang kompetisi ini dapat diakses melalui tautan www.digitalchallenge2017.id

Kementerian Kominfo menyelenggarakan Digital Challenge 2017 untuk mengajak pengembang aplikasi di Indonesia mengembangkan aplikasi yang dapat dimanfaatkan selama rangkaian Asian Games 2018.

Masyarakat diharapkan dapat merasakan tidak hanya gema olah raga tetapi juga pengalaman merasakan kemudahan dari layanan teknologi digital yang dihasilkan dari kompetisi ini. Program ini diharapkan dapat mendorong para developer untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda untuk Asian Games 2018 dibandingkan dengan penyelenggaraan Asian Games sebelumnya.

Digital Challenge 2017 merupakan kompetisi online yang diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus – 22 September 2017. Kompetisi ini akan dibagi menjadi dua kategori yaitu Sport Digital Experience dan Smart City Digital Experience. 

Kategori Sport Digital Experience untuk pengembangan aplikasi yang dapat meningkatkan pengalaman para penonton dalam menyaksikan pertandingan di arena maupun para penggemar yang turut menonton melalui perangkat apapun. Selain menawarkan pengalaman baru dalam menikmati pertandingan, para Apps Developers diminta untuk mengembangkan aplikasi yang dapat menyediakan layanan digital yang mudah digunakan bagi pengunjung, atlet, staff dan sukarelawan selama acara berlangsung, terutama di arena dan sekitarnya dalam kategori Smart City Digital Services.

Penyelenggaran secara online dilakukan agar memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pengembang aplikasi di seluruh Indonesia dapat mengikuti kompetisi ini. 

“Kita harapkan agar atlet dari negara-negara peserta Asian Games setelah mengikuti pertandingan dan balik ke negaranya, tak hanya mendapatkan kesan warga Indonesia yang ramah saja. Tapi juga terkesan dengan teknologi yang canggih. Kita ingin menunjukkan kita itu memiliki state the art of technology.” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dalam siaran pers yang diterima MONITOR, Jumat (18/8)

Sementara itu, Presiden Direktur Ericsson Indonesia & Timor Leste Thomas Jul mengatakan “Dalam Networked Society, kami membayangkan masa depan dimana teknologi mengubah pengalaman pada acara olahraga dan menghubungkan para penggemar dengan pertandingan dengan cara yang berbeda dari biasanya.

"Ericsson bangga dapat membantu mempercepat tercapainya visi tersebut dengan mendukung Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam Digital Challenge 2017," katanya.

"Acara ini akan menjadi wadah bagi pengembang aplikasi Indonesia untuk membentuk pengalaman digital yang lebih pintar dan menyenangkan dalam acara olahraga. Acara ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap ambisi pemerintah untuk menciptakan Digital Indonesia.” tambahnya.

Dari seluruh aplikasi yang masuk, akan dipilih 3 finalis dari masing-masing kategori untuk melakukan presentasi di hadapan para juri dari stakeholder industry ICT, pada 28 September mendatang. Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan hadiah berupa kesempatan untuk mengunjungi Ericsson Studio and Ericsson Garage Swedia.

Para pemenang juga tentunya akan mempunyai kesempatan atau peluang besar agar aplikasi yang diciptakannya dapat digunakan dalam penghelatan Asian Games 2018.