Diberitakan Mendukung FDS, PBNU Beri Klarifikasi

MONITOR, Jakarta – Ketua PBNU Robikin Emhas menyayangkan pemberitaan yang menyebut PBNU mendukung full day school atau FDS. Isu itu muncul sesaat setelah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj bertemu Presiden di Istana, pertemuan tersebut salah satunya membahas FDS.

Ya, dalam beberapa kesempatan PBNU memang selalu tampil menolak keras Permendikbud No 23 Tahun 2017 yang didalamnya mengatur tentang lima hari sekolah, yang sebagian kalangan menyebutnya sebagai kebijakan full day school.

"Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini adalah tentang hari sekolah yang didalamnya mewajibkan penyelenggaraan sekolah lima hari dalam sepekan, sedangkan Perpres PPK akan menganulir semua peraturan perundang-undangan yang mengatur hari sekolah yang substansinya bertentangan dengan isi Perpres," kata Robikin dalam pernyataan pers yang diterima MONITOR, Selasa (5/9).

Ia menegaskan bahwa isi Peraturan Presiden (Perpres) yang rencanya akan segera diumumkan presiden itu berbeda dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

"Sesuai janji presiden, Prepres PPK akan menganulir semua peraturan perundang-undangan yang mengatur hari sekolah yang substansinya bertentangan dengan isi Perpres," tandasnya.

Seperti diketahui, hari ini Ketum PBNU Said Aqil Siradj mendadak diundang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo. Dari pemberitaan Said menuturkan, bahwa pertemuan bersama presiden diantaranya membahas kepentingan rakyat.

Sementara soal FDS, Presiden telah menegaskan bahwa tidak ada keharusan bagi sekolah untuk menerapkan FDS. Sementara kedudukan Permendikbud tersebut akan diperkuat dengan Prepres tentang Pendidikan Karakter (PPK) yang dalam waktu dekat akan segera diumumkan.