Dianggap ‘Bersejarah’, Dua Agenda Ini Pertaruhkan Nama KPK

MONITOR, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memiliki dua agenda penting. Pertama, rapat dengar pendapat atau RDP bersama Komisi III DPR RI. Kedua, pemeriksaan Setya Novanto atas kasus dugaan korupsi e-KTP.

Dua agenda besar ini, dikatakan Direktur Eksekutif Emrus Corner Emrus Sihombing, sebagai hari bersejarah bagi lembaga anti rasuah tersebut. Emrus menyatakan, sebaiknya diskusi RDP hari ini bisa diliput secara live oleh media massa.

"Mengapa bersejarah? Pertama, RDP. Di tengah tiga isu utama yaitu pelemahan, pembekuan dan temuan Pansus KPK tentang berbagai kekurangan yang terjadi dalam tata kelola institusi KPK, DPR-RI melakukan RDP dengan komisioner KPK," ujar Emrus dalam keterangan pers yang diterima Monitor, Senin (11/9).

Rapat ini menurut Emrus, menjadi forum 'buka-bukaan' antara Komisi III dengan Komisioner KPK tentang tiga isu utama tersebut. "Maka sebaiknya diliput live oleh media massa," ungkapnya.

Namun, tambah Emrus jika ketiga isu tersebut tidak dapat dituntaskan oleh lembaga legislatif dan lembaga anti rasuah itu. Maka publik tidak akan lagi percaya pada kedua lembaga tersebut.

"Jika tidak mampu dituntaskan antara Komisi III dengan Komisioner KPK, maka ketiga isu tersebut menjadi bola liar yang dapat menurunkan kepercayaan publik kepada kedua lembaga tersebut," terang Emrus.

Kedua, Pemeriksaan Setya Novanto. Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan serius. Sebab, penetapan Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi terkait proyek e-KTP oleh KPK bisa saja dibatalkan pada Praperadilan.

"Dalam konteks ini, acara Praperadilan sekaligus 'menguji' kekuatan dan validitas data dan bukti yang dimiliki KPK. Jika SN lolos dari Praperadilan, ini menunjukkan KPK tidak bekerja atas dasar kehati-hatian dan dapat menurunkan kredibilitas KPK di mata publik. Jika tidak lolos di Praperadilan, maka sebaliknya," jelas Doktor Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung itu.