Di Forum WTO, Indonesia Usulkan Dua Isu Prioritas

MONITOR Buenos Aires – Indonesia berharap World Trade Organization (WTO) dapat menghasilkan solusi permanen atas Public Stockholding for Food Security Purposes (PSH) serta penyelesaian Special Safeguard Mechanism (SSM). 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kedua isu tersebut harus dituntaskan karena sudah menjadi mandat dari Konferensi Tingkat Menteri (KTM) sebelumnya.

“Indonesia tegas meminta WTO menjadikan pertanian dan perikanan sebagai isu-isu prioritas untuk diselesaikan. Bagi Indonesia, sektor pertanian memiliki peran strategis karena merupakan sumber penghidupan sebagian besar penduduk Indonesia,” kata Mendag Enggar saat memberikan pernyataan dalam sidang paripurna KTM WTO ke-11, Senin (11/12) di Buenos Aires, Argentina.

Mendag mengatakan, negara-negara anggota WTO harus mempertimbangkan agenda Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dapat mendukung isu-isu terkait pertanian dan perikanan. 

Tercapainya SDGs serta penguatan di sektor pertanian dan perikanan akan memberikan dampak positif bagi perdagangan global di masa depan.

“Perdagangan akan terus menjadi mesin pertumbuhan inklusif, pembangunan, serta pemberantasan kemiskinan,” kata Mendag Enggar.

Menurut Mendag, WTO menjadikan pembangunan sebagai gagasan yang mendasari kegiatan-kegiatannya Untuk itu, sangat penting bagi WTO untuk memperkuat dan meningkatkan partisipasi negara berkembang dan negara sedang berkembang (least developed countries/LDCs) pada sistem perdagangan multilateral. Dengan begitu, akan terbuka berbagai kesempatan baru dalam berbisnis seiring dengan meningkatnya standar hidup masyarakat dunia.