Catatan Merah Fahri Hamzah di Milad ke-57 Jokowi

Presiden Joko Widodo tengah merayakan ulangtahun ke 57 tahun (dok: Twitter)

MONITOR, Jakarta – Tepat tanggal 21 Juni 2018, Presiden Joko Widodo tengah berulang tahun ke 57. Masyarakat Indonesia pun ramai-ramai memberikan ucapan selamat dan doa kepada orang nomor satu di negeri ini, baik langsung maupun melalui media sosial.

Hal demikian dilakukan Fahri Hamzah. Politikus PKS ini mengucapkan selamat ulangtahun kepada Jokowi, namun ia juga memberikan banyak catatan merah untuk kakek dari Jan Ethes.

“Selamat Pak Presiden, semoga makin sadar melampaui kesadaran. Ini catatan kecil saya kepada presiden RI. Kadang agak pribadi tapi kadung ia memimpin negeri,” ujar Fahri dalam laman twitternya, Kamis (21/6).

Wakil Ketua DPR ini menuturkan, Jokowi merupakan sosok presiden yang sederhana nan lugu. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga cukup berhasil menjadi sosok berpengaruh di Surakarta maupun di Jakarta.

“Dari kampung, bukan elite, bukan tentara, berilmu apa adanya, dan lain-lain. Tapi itu semua bukan syarat pemimpin. Dalam hal ini kita salah, sebab kepemimpinan pada level negara memiliki kualifikasi yang tidak sederhana, dan tidak mudah,” terangnya.

Lebih jauh Fahri membeberkan kelemahan yang ada dalam diri Jokowi. Menurutnya, justru semua kelebihan Jokowi menjadi sebab kelemahannya yang paling mendasar.

“Beliau gak kenal orang, sehingga di sekitarnya tumbuh persekongkolan yang membuatnya nampak tidak mengendalikan keadaan,” kritik Fahri tajam.

Misalnya dikatakan Fahri, Jokowi dinilai telah melenceng dari garis kebijakan yang dibuatnya saat kampanye, yakni mengawal isu poros maritim dan revolusi mental.

“Berkali saya melacak, kenapa suatu kebijakan lahir, umumnya saya temukan bukan merupakan keputusan genuine Presiden Jokowi. Bahkan tema kampanye berubah. Dua isu awal; poros maritim dan revolusi mental kini tinggal kenangan. Di tengah jalan beliau asik bikin jalan,” sindirnya.