Cara Kemendikbud Cegah Korupsi Sejak Dini di Kalangan Perempuan

MONITOR, Jakarta – Inspektorat Jenderal Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan Seminar Perempuan Antikorupsi (SPAK) yang bertajuk ‘Peran Perempuan dalam Pencegahan Korupsi di Lingkungan Kemendikbud’.

Seminar tersebut diadakan dengan latar belakang penelitian mengenai fenomena pada 2012 dan 2013 yang terjadi di Solo dan Yogyakarta, bahwa hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anaknya.

Karena hal tersebut, SPAK juga mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk memberantas korupsi dengan cara yang sederhana.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan bahwa ia menginginkan perempuan berperan aktif dalam pencegahan korupsi dimulai dari lingkungan terdekat. Ia pun menambahkan mengenai pendidikan, seluruh sarana pendidikan harus bebas dari korupsi.

“Segala sesuatu apalagi pendidikan harus benar-benar bersih dari korupsi. Baik dari sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya, tindakan pencegahan sudah kami  sosialisasikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi sejak 2016, ” ujar Basaria di ruang Graha Utama, Gedung A lantai 3, Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (19/3).

SPAK ini sangat penting untuk kaum perempuan, seminar ini ditujukan kepada para ibu agar menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada seluruh anggota keluarga. Karena, pencegahan korupsi dilakukan dimulai dari dalam keluarga terlebih dahulu.

Seminar ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikbud serta para staf perempuan di lingkungan Kemendikbud, Mendikbud Muhadjir Effendy, Inspektur I Itjen Kemendikbud Karyaningsih, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Wakil Koordinator ICW Ade Irawan, Irjen Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan, dan penasihat DWP Kemendikbud Suryan Widati Muhadjir.