Buntut Aksi Persekusi, Polri Copot Posisi Kapolres Solok

Monitor, Jakarta – Buntut Aksi Persekusi atau main hakim sendiri yang dilakukan ormas Front Pembela Islam (FPI) yang menimpa dokter RSUD Solok, Sumatera Barat Fiera Lovita, Polri langsung mengevaluasi posisi Kapolres Solok AKBP Susmelawati Rosya. Hasilnya, Perwira menengah itu dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak tegas dalam menghadapi massa.

Hingga saat ini kasusnya belum diproses oleh polisi dan untuk sementara waktu Lovita, yang ditekan massa setelah menulis pendapatnya di Facebook, pergi meninggalkan Solok untuk mengamankan diri dan anak-anaknya.

"Benar yang bersangkutan dimutasi. Ini masih dalam kaitan perintah tegas Kapolri Jenderal Tito Karnavian jika ada aksi persekusi maka pelakunya harus ditindak. Kasatwil yang tidak cakap akan diganti," kata Asisten SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto dilansir dari Beritasatu.com, Sabtu (3/6).

Pergantian ini sambung Arief berdasarkan salinan ST/1408/VI/2007 tertanggal 2 Juni yang ditandatangani Arief. Posisi Kapolres Solok kini dijabat oleh AKBP Dony Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kani II Subdit IV Dit Narkoba Bareskrim.

Kapolri Komjen (Pol) Tito Karnavian memang telah mengimbau jajarannya untuk menindak tegas pelaku persekusi di semua daerah, tak terkecuali kasus persekusi di Solok. Tito juga mengatakan tak segan untuk mengganti jajarannya yang tidak tegas dalam menindak pelaku persekusi.

"Kalau saya anggap nanti, menurut penilaian saya, Kapolres di Solok saya anggap lemah, takut, ya saya ganti. Ganti dengan yang berani dan tegas," kata Tito di kediaman dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (2/6) petang.