Bertemu PM Malaysia, Presiden Jokowi Bahas Perbatasan dan Kelapa Sawit

MONITOR, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Mohd.Najib menggelar pertemuan di Kuching Malaysia guna membahas persoalan politik  dan ekonomi kedua negara.

Menurut Menteri Luar Negeri RI, Rento Marsudi, pertemuan kedua pemimpin negara tersebut dimaksudkan terutama membahas persoalan yang terkait perbatasan negara, tenaga kerja, dan kelapa sawit.

Terkait perbatasan negara, Retno marsudi menegaskan bahwa perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia merupakan perbatasan yang paling panjang yang meliputi laut di Malaysia bagian Barat dan darat di Malaysia bagian utara yang mempunyai nilaii strategis bagi kedua negara.

"Perbatasan negara kita dengan Malaysia merupakan perbatasan yang paling panjang dibanding negara tetangga yang lain. Dan ini mempunyai nilai strategis bagi kedua negara, baik Indonesia maupun Malaysia," tutur Retno saat diwawancarai salahsatu radio di Jakarta, Rabu (23/11).

Ada pun pembahasan tenaga kerja dan kelapa sawit kedua negara, lanjut Retno, juga merupakan pembahasan penting karena menyangkut hajat hidup warga negara dan komoditi utama Indonesia dan Malaysia.

Saat ini menurutnya, paling tidak ada ratusan ribu tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia dan sebagian besar juga bekerja di sektor pertanian kelapa sawit. Pada sektor pertanian kelapa sawit di Indonesia, setidaknya ada 17 juta yang bergantung pada komoditi ini.

Isu kelapa sawit, menurut Retno lebih lanjut, sangat dekat dengan upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit kesenjangan pembangunan, serta pembangunan ekonomi yang inklusif.

Selain itu, di sela-sela pertemuan kenegaraan, Presiden Jokowi dijadwalkan bertemu dengan pekerja Indonesia yang di Malaysia dan akan menyerahkan sertifikat kelahiran bagi anak-anak warga Indonesia yang lahir di Malaysia.