Bersama Jepang, Pemerintah Akan Lanjutkan Proyek Mobil Listrik

MONITOR, Cirebon – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kelanjutan proyek mobil listrik dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Jepang, Rabu kemarin (13/12) akan segera dituntaskan jajaran kementerian Jokowi-JK.

Luhut mengatakan bahasan tindaklanjut dan konprehensif akan dilakukan dengan Toyota dan Mitsubishi yang ditemui Luhut di Tokyo setelah masing-masing kementerian terkait berkoordinasi dan membentuk team 'roadmap' mobil listrik Indonesia.

"Mitsubishi tadi sepakat akan melakukan penelitian dengan Indonesia, dengan Kementerian Perindustrian dengan tim yang sudah dibentuk di bawah kepemimpinan Prof Satryo Brodjonegoro bersama anak-anak pintar Indonesia untuk membuat 'roadmap' mobil listrik Indonesia," jelas Luhut saat siaran pers yang disampaikannya di Cirebon, Kamis (14/12).

Politisi senior Partai Golkar ini mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Bapennas dan termasuk Kementerian ESDM yang diminta agar proyek tersebut segera terealisasi.

Menurut Luhut, akan ada pertemuan lanjutan Indonesia dengan Jepang untuk merealisasikan proyek tersebut.

"Timnya Pak Airlangga dengan Prof Satryo akan berkunjung ke Tokyo pada bulan Januari atau Februari awal untuk menindaklanjuti, dan kemudian ada satu perusahaan Tajima namanya akan datang ke Jakarta," ujarnya.

Diharapkan dengan kerja sama tersebut, Indonesia tidak akan ketinggalan tren teknologi mobil listrik, seperti yang pernah dirintis oleh mantan menteri BUMN Dahlan Iskan.

Lanjut Ruhut, Kebijakan mobil listrik akan diselaraskan dengan program di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memimpin program pengembangan kendaraan listrik itu.

"Mestinya harus canggihlah (teknologinya), jangan kita ketinggalan terus dari negara-negara lain," pungkasnya.