Berkaca dari Kematian Debora, Ini Harapan Politikus PAN

MONITOR, Jakarta – Kasus kematian bayi Tiara Debora menyentak perhatian publik. Manakala terkendala biaya, nyawa bayi mungil berusia empat bulan ini tak terselamatkan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay turut simpati atas kejadian nahas yang dialami bayi Debora. Ia menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut kepada keluarga korban.

"Saya ikut sedih dan prihatin atas musibah yang dialami bayi Debora. Saya bisa merasakan kesedihan dan duka yang dialami seluruh keluarganya," ujar Saleh di Jakarta, Senin (11/9).

Di tengah rencana pemerintah mengejar target pelaksanaan jaminan kesehatan universal, Saleh menyatakan seharusnya kejadian yang dialami bayi Debora tak terjadi.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini lantas berujar, seharusnya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan perlu membuat aturan khusus terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit. Hal ini dilakukan supaya pasien yang kurang mampu tidak ditolak semena-mena oleh pihak rumah sakit.

"Jaminan kesehatan universal seharusnya memastikan masyarakat memperoleh akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang bermutu dengan biaya yang terjangkau," ucapnya.

Perlu diketahui, Tiara Debora adalah putri kelima pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang, warga Jalan Jaung, Benda, Tangerang.

Bayi mungil ini terkapar tak bernyawa di ruang IGD RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat, Minggu (3/9), akibat penanganan yang terlambat karena terkendala faktor biaya.