Berita Hoax Terkait Politik Duduki Peringkat Teratas

MONITOR, Jakarta – Konten berita palsu atau beken disebut hoax kerap membanjiri semua lini media sosial. Hal tersebut diakui Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswadi. 

Gun Gun menyatakan, jelang penyelenggaraan Pilkada fenomena tersebut akan sering bermunculan. Sebab, para pegiat kampanye akan masif menggunakan jejaring media sosial untuk bersosialisasi kepada masyarakat ataupun menyebarkan berita fitnah kepada rival politiknya.

Di hadapan peserta forum dialog literasi media, Gun Gun mengajak elemen masyarakat untuk tanggap dan pandai mengeliminasi berita-berita hoax.

"Sekarang ini kan jamannya berita hoax. Kita ini harus pandai mengeliminasi, mana informasi yang harus kita sebarkan atau kita saring supaya tidak menyebar luas," ujar Gun Gun saat menjadi narasumber di Hotel Milenium Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

Lebih jauh ia menjelaskan, hari ini isu politik menjadi trending isu yang kerap menghiasi media sosial. "Menjelang pilkada serentak, tahun politik mendatang akan banyak isu-isu hoax, yang terbanyak ini soal politik. Di tahun ini, isu hoax terkait politik ada sekitar 91,8%," terangnya.

Disusul kemudian, berita hoax mengenai isu sara mencapai 88,6%. Selanjutnya konten kesehatan yang mencapai sekitar 41,2%.

Ia pun mengajak segenap pengguna media sosial untuk bijak dalam menyebarkan informasi di jejaring media, guna menciptakan kondisi yang sejuk dan harmonis.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia