Belum Temukan Titik Terang, Polisi Janji Usut Kasus Novel

MONITOR, Jakarta – Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada April 2017 lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kasusnya tersebut.

Meski sejauh ini pihak kepolisian telah merilis sejumlah sketsa wajah pelaku yang diduga melakukan penyiraman tersebut, akan tetapi pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang untuk mengungkap kasus tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal, mengklaim saat ini pihaknya sudah melakukan upaya maksimal untuk mengungkap kasus itu.

Dikatakannya, semenjak kasus penyiraman terhadap Novel ditanganinya, sejumlah saksi pun sudah diperiksa bahkan pihak kepolisian Indonesia sempat memanggil kepolisian dari Australia untuk melakukan penyidikan guna menangani kasus tersebut.

"Sudah hampir 60 lebih saksi diperiksa, CCTV dibongkar dan dibedah bahkan polisi Australi juga memback Up secara teknis," kata Iqbal di gedung dewan pers Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (2/3).

Menurutnya, sekembalinya Novel ke tanah air pada pekan lalu membuat pihaknya memudahkan untuk tahap penyidikan dan memintai sejumlah keterangan serta informasi yang nantinya berguna untuk mengungkap kasus yang menimpa penyidik senior KPK itu.

"Kita bersyukur Novel kembali. Kita doakan semakin baik dan dapat mempermudah terungkapnya kasus ini. Bahkan saat ini, Polri menawarkan kalau saudara Novel dikawal oleh polisi kalau keamanannya terganggu," imbuhnya.

Selain itu, Iqbal mengatakan terkait soal pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) hal tersebut bukan merupakan kewenangan pihaknya. Akan tetapi Iqbal dan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin guna mengungkap kasus yang sudah berlarut-larut itu.

"Itu bukan domain kita. Tapi kami bekerja terus dan ini yang perlu saya katakan banyak kasus-kasus yang konvensional. kasus pembunuhan yang di sumatera utara lima tahun belum terungkap terus aksesnya belum terungkap. tapi ada juga kasus yang cepat terungkap seperti perampokan di pulomas itu cepat terungkap. artinya semua kasus beda – beda tipikologinya," tuturnya.