Belajar dari Pilkada DKI, Fadli Zon Pede dengan Elektabilitas Prabowo

MONITOR, Jakarta – Kendati elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto versi dua lembaga survei tertinggal jauh dari Presiden Joko Widodo, Waketum Gerindra Fadli Zon tak mau ambil pusing.

Menurutnya, hasil survei tidak selalu sama dengan hasil, salah satunya terbukti pada Pilkada DKI tahun lalu. Dimana kala itu berbagai lembaga survei merilis bahwa elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama unggul dari calon-calon lainnya, namun Pilkada DKI akhirnya memenangkan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI.

"Jadi pada waktu Pilkada DKI juga yang diunggul-unggulkan siapa, yang menang siap. Jadi menurut saya survei itu hanya sekedar indikator saja, tidak menjadi kenyataan," kata Fadli kepada wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (6/10).

Alih-alih ragu, Fadli malah memandang positif hasil survei yang dirilis survei Median dan SMRC yang masing-masing menunjukkan elektabilitas 36,2 persen untuk Jokowi dan 23,3 persen untuk Prabowo. Sedangkan SMRC 38,9 persen untuk Jokowi dan 12,0 persen untuk Prabowo.

Hasil yang menunjukkan bahwa Prabowo diurutan kedua setelah Jokowi tersebut menurut Fadli sebagai raihan yang positif, pasalnya Prabowo menurutnya belum melakukan sosialisasi dan kampanye terkait Pilpres 2019. "Artinya kan harapan orang terhadap beliau juga masih tinggi," tuturnya.