BBP Mektan Kementan Segera Launching UPJA Smart Mobile

MONITOR, Jakarta – Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP-Mektan), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan), Andi Nur Alam Syah menegaskan dalam upaya mendongkrak optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) di tingkat petani, BBP-Mektan kini telah membuat perangkat teknologi informasi berbasis android bernama UPJA Smart Mobile.Aplikasi ini direncanakan akan dilaunching oleh Bapak Menteri Pertanian pada bulan Mei di BBP Mektan Serpong.
 
"Aplikasi tersebut bisa menghubungkan petani, pengurus UPJA sampai Brigade Alsintan sehingga bisa lebih mudah mengakses alsintan," demikian tegas Andi Nur Alam di Serpong, Jumat (13/4).

Dia menjelaskan penggunaan alsintan ditingkat petani kini sudah semakin banyak seiring pemberian bantuan pemerintah guna peningkatan produksi pangan. Tak hanya digunakan sendiri, alsintan pun bisa menjadi ajang bisnis dalam bentuk jasa penggunaan alsintan yang disebut dengan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA). 

"Hingga saat ini, jumlah total UPJA yang terdata hanya ada hanya sekitar 3,5 persen UPJA yang professional, 84 persen lainnya tergolong kelas pemula, sedangkan sisanya merupakan kelas berkembang," jelasnya. 

Andi Nur Alam menambahkan Kementan kini telah mendorong optimalisasi alsintan dan monitoring alsintan yang selama ini telah diberikan pemerintah. Hal ini untuk menjadi masukan kebijakan selanjutnya.
 
“Nanti bisa jadi ada relokasi alat jika memang ada beberapa tempat yang memanfaatan dan lokasi penempatan yang tidak pas,” tuturnya.

Andi pun menuturkan bahwa Aplikasi menjadi database secara real time jumlah alsintan yang ada dan sedang beroperasi. Sehingga terlihat optimalisasi penggunaan alsintan yang ada.

Dalam penggunaannya, petani yang sudah melakukan mengunduh aplikasi UPJA Smart Mobile melakukan login dengan memasukkan nomor telepon dan password, selanjutnya melengkapi data berupa nama, gapoktan dan lokasi desa. 

“Dari lokasi tersebut, oleh sistem akan dicarikan UPJA yang terdekat dengannya sehingga petani bisa memilih untuk menggunakan jasa alsintan dari mana. Saat diklik UPJA yang diinginkan, petani bisa melihat secara langsung jumlah yang tersedia maupun yang sedang disewa,” ungkapnya.
 
Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Perekayasaan dan Pengujian BBP Mektan, Agung Prabowo, menambahkan tak hanya petani dan UPJA, Brigade Alsintan yang berada di Kodim maupun Dinas juga bisa menggunakannya. Dari data bersifat real time inilah kita bisa mengukur optimalisasi alsintan.

"Misalnya UPJA memiliki 20 traktor dan 10 diantaranya sedang disewa. Berarti 50 persen sedang bekerja optimal,” jelasnya.
 
Aplikasi android ini, lanjutnya, juga bermanfaat bagi ajang bisnis UPJA karena di dalamnya terdapat kanal layanan seperti jasa olah tanah, jasa irigasi, jasa tanam, jasa panen, jasa penggilingan, jasa jual benih, jasa jual padi, jasa pelatihan hingga jasa jual spare part (suku cadang). 

“Jasa jual spare part ini kita kerjasama dengan perusahaan alsintan. Dimana perusahaan tersebut bisa menitipkan barang (spare part) ke UPJA dan UPJA bisa melakukan order ke perusahaan. Jadi semacam toko online,” tuturnya.
 
Agung menambahkan kerjasama jual beli spare part alsintan ini tentu lebih memudahkan perusahaan alsintan untuk penyebarluasan informasi serta produk. “Sudah ada tiga perusahaan yang kerjasama seperti PT Rutan, PT Corin Mulia Gemilang dan PT Gatra,”tuturnya. 

Karena itu, Agung berharap jika aplikasi ini bisa diterapkan diseluruh UPJA diharapkan mampu meningkatkan bisnis serta optimalisasi penggunaan alsintan, disamping mempermudah serta mendekatkan petani untuk memperoleh alsintan.
 
Hingga sekarang, aplikasi UPJA Smat Mobile ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

"Selanjutnya akan dilakukan launching pada bulan Mei 2018 mendatang dan akan dilakukan sosialisasi secepatnya kepada UPJA," sebutnya.