Bamsoet Usul Pembentukan Dewan Kebudayaan Nasional

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Indonesia saat ini membutuhkan adanya Dewan Kebudayaan Nasional (DKN). Sebab, kebudayaan belum mampu masuk dan mewarnai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dewan Kebudayaan Nasional harus mampu meningkatkan kesadaran pembangunan karakter yang didasarkan pada ideologi Pancasila," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, Kamis (12/4).

"Hal ini diperlukan agar program-program pembangunan pemerintah lebih memiliki karakter dan berbudaya sesuai jati diri bangsa Indonesia,” tambahnya.

Masih dikatakan dia, pembangunan kebudayaan dan kebangsaan tidak boleh dikesampingkan dari pembangunan fisik suatu negara. Harus ada keseimbangan, antara infrastruktur keras dengan yang tidak keras.

"Kita jangan terus menerus berbicara persoalan politik atau ekonomi saja. Kita harus ingat juga ada sisi budaya yang mesti diperhatikan dalam membuat kebijakan pemerintahan," papar politikus Golkar itu.

"Membangun budaya, sama saja membangun bangsa. Pembangunan budaya akan menciptakan manusia berintegritas," sebut dia.

Oleh karena itu, Bamsoet berharap para budayawan turut terlibat aktif dalam menyusun grand desain pembangunan kebudayaan Indonesia ke depan. Terlebih, Indonesia memiliki sangat banyak keragaman budaya yang ada.

"Semua budaya yang ada di Indonesia harus dikumpulkan sebagai satu kekuatan utama. Sehingga, didapatkan suatu kebudayaan nasional sebagai puncak dari kebudayaan daerah. Kebudayaan nasional harus mampu menangkal serangan kebudayaan asing yang masuk secara besar-besaran,” pungkas mantan ketua komisi III DPR itu.