Arteria Sayangkan Tutur Kata Jubir KPK Kurang Sopan

Politikus PDIP Arteria Dahlan (net)

MONITOR, Jakarta – Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik pernyataan yang dilontarkan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, terkait ketidakhadiran Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai saksi dari kasus korupsi e-KTP. Menurutnya, Febri kurang sopan dalam bertutur kata.

“Di tengah hubungan yang makin membaik antara KPK dan institusi DPR, Mas Febri kurang disiplin dalam bersikap, berbicara, bertutur kata,” kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6).

Ia kemudian meluruskan bahwa Bamsoet telah berulang kali meminta agar jadwal pemeriksaan terhadap dirinya ditunda. Ia menyebut, Bamsoet bukan ingin mangkir dari panggilan KPK.

“Kan pimpinan kami sudah jauh-jauh hari menyatakan mohon ditunda (pemeriksaannya), dijadwalkan ulang, bukannya mangkir. Suratnya sudah dikasih ke penyidik KPK,” sebut Teri, sapaan akrab Arteria.

Upaya patut sebagaimana diatur dalam KUHAP sudah dilayangkan dan sehingga KPK tidak perlu mempolemikkan ketidakhadiran Bamsoet.

Ketidakhadiran Bamsoet, dikatkan oleh Arteria, tidak perlu dibesar-besarkan. Terlebih sampai membuat polemik dan mengganggu hubungan kelembagaan antara DPR dan KPK yang kian membaik.

“Panggilan ketiga bisa dilakukan dengan perintah membawa paksa jadi tidak perlu berpolemik di ruang publik ya. Kemudian mendistorsi hubungan kelembagaan yang makin hari, makin membaik ini,” ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap, Febri sebagai Jubir sebuah lembaga dapat menjaga komunikasi politiknya. Juga mampu menghormati berbagai pihak sesuai dengan aturan dalam KUHAP.

“Ke depan kita berharap KPK, Mas Febri bisa memperbaiki komunikasi politik, menganggap semua pihak dalam posisi yang setara dihormati dan mendepankan prinsip hukum sebagaimana diatur dalam KUHAP,” tandasnya.