Antisipasi Konflik Horisontal, Bawaslu Launching Indeks Kerawanan Pilkada 2018

MONITOR, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hari ini merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilihan Kepala Daerah 2018 di Jakarta, Selasa (28/11) 

Dikutip dari halaman website resminya, menurut Bawaslu, dari 17 Propinsi yang akan menggelar Pemilukada 2018, sebanyak tiga Provinsi dinilai memiliki kerawanan tinggi. Sedangkan 14 propinsi yang lain dinilai memiliki kerawanan sedang. Sementara tidak ada satu pun propinsi yang yang memiliki skor rendah dalam hal kerawanan ini.

Kategori kerawanan dinilai dengan skor 3,00 hinga 5,00. Sedangkan skor antara 2,00 sampai 2,99 untuk kategori sedang, sementara kategori rendah skornya 0-1,99. 

Tiga provinsi yang dikategorikan tinggi nilai kerawanannya ialah Papua, Kalimantan Barat dan Maluku. Sedang tiga dari 14 propinsi kategori sedang yang mempunyai nilai skor terbawah ialah Lampung, Bali, dan Jawa Tengah.

Adapun, hasil penelitian pada tingkat kabupaten/kota menunjukkan, terdapat enam wilayah yang masuk kategori kerawanan tinggi. Keenam daerah tersebut adalah Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Sedangkan, dalam kategori sedang ada 58 kabupaten/kota. Sementara itu, kategori kerawanan rendah terdapat di 90 daerah kabupaten/kota. Daerah dengan potensi kerawanan terendah adalah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dari dikeluarkannya Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) ini, Bawaslu telah menginstruksikan kepada jajaran pengawas pemilu untuk melakukan optimalisasi pencegahan, pengawasan, penindakan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa.

Advertisementdiskusi publik wagub dki