Alumini 212 Apresiasi Kesiapan Yusril Bentuk Forum Rekonsiliasi GNPF-MUI dengan Pemerintah

Monitor, Jakarta – Presidium Alumni 212 mengapresiasi Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra yang siap memenuhi harapan Imam Besar front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk membentuk forum rekonsiliasi antara GNPF-MUI dengan Pemerintah.

“Alhamdulillah, jika Bang Yusril telah mempersiapkan konsep rekonsiliasi yang dimaksud Habib, tentu dengan kepakaran dan keluasan ilmu yang dimiliki beliau akan lebih matang lagi konsepnya,” ungkap Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo, Senin (19/6).

Tak hanya itu, Sambo juga mengaku siap memenuhi permintaan Rizieq untuk membuka ruang rekonsiliasi, salah satunya melalui Komnas HAM. Dikatakan Sambo, hal itu sudah dilakukan pihaknya sejak beberapa waktu lalu.

“Ya penggalangan dan inisiasi yang kami lakukan lewat Komnas HAM adalah bagian dari harapan adanya dialog rekonsiliasi sebagaimana diharapkan Habib Rizieq, Pak Amien Rais dan sejumlah ulama lainnya," ungkap Sambo.

Sambo mengungkapkan, pihaknya sudah membentuk konsep pengawalan yang akan dilakukan untuk menjembatani keinginan Rizieq melakukan rekonsiliasi."Makanya kami mendesak agar Komnas HAM melakukan mediasi,” pungkas Sambo.

Dikerahui sebelumnya, Yusril mengaku bersedia menjembatani para ulama dan aktivis dengan Pemerintah. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak pemerintah maupun GNPF MUI bila rekonsiliasi yang diusulkan ingin direalisasikan.

"Insya Allah hubungan pribadi saya dengan para ulama, begitu juga hubungan saya dengan tokoh-tokoh kunci, baik di Pemerintahan maupun di badan legislatif dan yudikatif, sangatlah baik. Kini semuanya tergantung Pemerintah," kata Yusril,  Minggu (18/6) kemarin. ⁠⁠⁠⁠