Aliran Dana e-KTP Disinyalir Masuk Kantong Golkar, Begini Reaksi Idrus Marham

MONITOR, Jakarta – Kordinator Bidang Kelembagaan Partai Golongan Karya (Golkar) Idrus Marham mengaku telah mengklarifikasi langsung kepada terdakwa kasus korupsi proyek E-KTP, Setya Novanto.

Mengenai adanya aliran dana sebesar Rp 5 miliar dari proyek pengadaan e-KTP ke partai berlambang beringin, yang diduga digunakan untuk terselenggaranya acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada tahun 2016 lalu kepada terdakwa kasus proyek E-KTP Setya Novanto.

Selain itu, Idrus juga menjelaskan dirinya telah mengklarifikasi secara langsung kepada Setya Novanto dan menyambangi rumah tahanan (Rutan) KPK, mengenai aliran dana yang terpakai. Alhasil, mantan Ketua DPR itu pun mengakuinya, akan tetapi hal tersebut menjadi rancu. Sebab Novanto mengaku tak mengetahuinya secara detail.

"Jadi saya ketemu dengan Pak Setya Novanto untuk mencoba mengklarifikasi sebenarnya apa yang dimaksud. Jadi Pak Setya Novanto mengatakan, bahwa pada waktu itu ada yang dia tidak tahu seperti apa. Bahwa itu uang darimana dan lain sebagainya, itu sudah diselesaikan, tidak ada masalah, tidak ada di Golkar," kata Idrus di Hotel Century Atlet, Kawasan Senayan, Jakarta, (23/3).

Untuk diketahui, dalam sidang kasus e-KTP kemarin, tak hanya mengungkapkan bahwa ada aliran dana yang masuk ke Golkar, Novanto juga bilang Ketua Fraksi PDI Perjuangan pada waktu itu, Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung juga menerima uang senilai 500 ribu dollar Amerika.

Kemudian uang tersebut diberikan melalui orang kepercayaannya, Made Oka Masagung.

Namun Idrus menegaskan, dalam pertemuannya dengan Setnov itu tidak sama sekali menanyakan terkait keterlibatan dua tokoh PDI-P itu dalam aliran dana tersebut.

"Tidak. Saya ga bicarakan soal itu. Saya hanya bicara soal Golkar," tegasnya.