Abraham Samad Desak Jokowi Usut Tuntas Kasus Novel

MONITOR, Jakarta – Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengingatkan agar lembaga yang pernah dipimpinnya tersebut harus semakin garang melawan koruptor. Hal itu disampaikannya di gedung KPK saat menyambut kedatangan Novel Baswedan.

Abraham mengatakan, teror penyiraman air keras yang menimpa Novel tersebut jangan sampai menyurutkan semangat lembaga anti rasuah itu dalam mengungkap kasus – kasus korupsi di tanah air.

"Bahwa apa yang menimpa Novel tidak boleh sedikitpun membuat nyali seluruh pegawai KPK ciut. Tapi ini justru sebaliknya apa yang menimpa novel itu akan membuat seluruh pegawai KPK semakin garang terhadap para koruptor," kata Abraham.

Dalam kesempatan itu, Abraham juga mendesak agar Presiden Joko Widodo segera merestui usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis Anti korupsi sebagai salah satu langkah untuk mengungkap dalang penyerang Novel.

Pasalnya, peristiwa penyerangan air keras terhadap Novel sudah terjadi sekitar 10 bulan lalu. Namun pihak kepolisian terkesan masih belum berupaya maksimal dalam mengusut tuntas kasus tersebut, sehingga perlu adanya TGPF tersebut dibentuk agar bisa diungkap.

"Karena saya sangat yakin, dalam rentang waktu 10 bulan yang kita jalani dan pelakunya belum ditemukan, maka tidak ada jalan lain. Satu-satunya jalan untuk mengungkap pelaku penyiraman terhadap Novel adalah dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta," pungkasnya.

Senada dengan Abraham Samad, Wakil Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid berharap agar Presiden Joko Widodo dibukakan pintu hatinya untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kalau pada akhirnya tim penyidik enggak bisa, tidak mampu, sudah angkat tangan, minta ke Allah, yakinlah dengan pertolongan Allah, minta agar presiden dibukakan hatinya bentuk TGPF,” kata Harun saat di Gedung KPK.

Dia menambahkan, para pegawai KPK merasa senang Novel bisa kembali ke Indonesia dan bergabung lagi di markas anti rasuah. Terlihat puluhan pegawai KPK nampak menyambut langsung Novel yang menginjakan kaki pertama kali sejak dirawat 10 bulan di Singapura.

“Pegawai KPK merasa senang saudara ku bisa kembali lagi ke tanah air, tanah tumpah darah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan Polri atas kasus penyiraman air keras Novel. Jokowi menegaskan akan mengambil langkah jika penyelidikan yang dilakukan Polri tidak menemui titik terang.