28 Orang Lolos Tahap 3 Seleksi Calon Anggota Komnas HAM, Ini Daftarnya

MONITOR, Jakarta – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022 mengumumkan hasil Dialog Publik dan Penelusuran Rekam Jejak Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022 di gedung Komnas HAM Jalan Latuharhary No.4B Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/7).

28 orang dinyatakan telah melampaui sejumlah indikator penilaian pada tahapan dialog publik dan rekam jejak.

"Perlu disampaikan bahwa pada tahapan dialog publik, 60 orang calon yang telah dinyatakan lolos ujian tertulis, telah menyampaikan visi dan misi di hadapan perwakilan masyarakat yang diundang oleh Tim Pansel Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022 pada tanggal 17 sampai dengan 18 Mei 2017 di Gedung Sekretariat Kementerian Hukum dan HAM Jakarta," kata Ketua Pansel, Jimly Assiddiqie saat konferensi Pers Pansel. 

Pada tahapan ini, kata Jimly, Pansel telah melakukan penilaian terhadap sejumlah kualifikasi, yaitu kejelasan visi dan misi, pemahaman substansi HAM, pengetahuan tentang Lembaga HAM, pengalaman di bidang HAM, kepekaan terhadap isu HAM sensitif, keberpihakan pada NKRl dan kemampuan komunikasi publik.

Terkait tahapan rekam jejak, Pansel telah menetapkan sejumlah indikator penilaian yang meliputi penilaian terhadap data primer calon, data keluarga, informasi perilaku calon di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja, dan catatan mengenai kualitas calon. 

"Rekam jejak dilakukan guna memastikan bahwa calon dapat dinyatakan layak untuk melaju ke tahapan selanjutnya berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan tersebut. Pada tahapan ini, Pansel juga telah melibatkan sejumlah pihak dalam rangka pengumpulan informasi dan data baik dari kalangan Iembaga negara maupun masyarakat sipil," ujar Jimly. 

Dari kalangan lembaga negara, sejumlah lembaga yang telah memberikan kontribusi adalah Badan lntelijen Negara (BIN), Kepolisian Negara Republik lndonesia (Polri), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Agung, dan Kejaksaan Agung. Setiap lembaga tersebut memberikan respon yang berbeda.

Sementara dari kalangan masyarakat sipil, telah turut berperan aktif memberikan kontribusi adalah koalisi LSM yang tergabung dalam "Koalisi Selamatkan Komnas HAM" yang terdiri dari Arus Pelangi, ELSAM, HRWG, lCW, lKOHl, lmparsial, lNFlD, Kapal Perempuan, KPA, KKPK, KPI, KONTRAS, LBH Jakarta, LBH Masyarakat, PBHl, SEJUK, Setara lnstitute, WALHl,YLBHI dan YPI.

Terkait penilaian data primer calon, kata Jimly, terdapat sejumlah kualifikasi yang menjadi penilalan utama yaitu verifikasi data pribadi calon termasuk riwayat pendldikan, organisasi dan pekerjaan. Lalu pengalaman di bidang HAM, sensitifitass terhadap ISU HAM (misalnya LGBT, perkawinan anak, hukuman mati, toleransi beragarna) dan keberpihakan terhadap NKRI. 

"Pansel juga melakukan verifikasi terhadap data keluarga yang disampalkan oleh para calon baik terkait data lstri atau suami dan data anak, melakukan verifikasi terhadap perllaku para calon di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja.

Jimly juga menjelaskan, pada aspek kualitas calon, sejumlah aspek yang dilakukan penilaian adalah terkait dengan kapasitas sebagai calon komisioner, integritas dalam pekerjaan sebelumnya, independensi (afillasi dengan partai/organisasi), kualitas pekerjaan calon selama ini (termasuk penilaian pemberi rekomendasi), dan motivasi calon mendaftarkan diri.

Dalam melakukan verifikasi, Pansel menggunakan sejumlah alat baik foto-foto yang dinilai relevan, transkrip hasil wawancara dengan narasumber, Surat-surat atau dokumen petunjuk dan kliping media dan media sosial.

"Setelah melalul tahap penilaian dialog publik dan rekam jejak, para pelamar ini akan menempuh tahapan berikutnya yaitu tes psikologi, tes kesehatan dan proses wawancara," terangnya. 

Sesuai dengan jadwal dan rencana kerja, diharapkan Pansel dapat menyelesaikan seluruh rangkaian proses seleksi pada Agustus 2017. Laporan Hasil Seleksi selanjutnya diserahkan dan dibahas dalam Sidang Paripurna Komnas HAM guna diteruskan kepada DPR Rl.

"Pansel berharap bahwa proses seleksi calon Anggota Komnas HAM periode 2017-2022 akan menghasilkan sumber daya terbaik yang mempunyai komitmen dan potensi tertinggi guna mendorong peningkatan level kinerja dan kontribusi Komnas HAM bagi upaya pengarusutamaan HAM di Indonesia," tandasnya. 

Adapun, Pansel Calon Anggota Komnas HAM Periode 2017-2022 terdiri dari sejumlah tokoh yaitu Prof. Dr. Jlmly Asshiddiqle, SH (Ketua), Prof. Dr. Harkristuti l-larkrisnowo, SH, MA (Wakil Ketua), Prof. Dr. Makarim Wibisono, SH, MA (Anggota), Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, MA [Anggota), Prof. Dr. Bambang Widodo Umar,SH, MA (Anggota), dan Zoemrotin K. Susilo (Anggota).

Berikut adalah daftar nama yang lulus tahap 3 : 

1. Ahmad Damanik

2. Amirudin

3. Anggara

4. Antonio Pradjasto

5. Arumbi Herupoetri

6. Bahrul Fuad (Peneliti)

7. Beka Ulung, 

8. Bunyan Saptomo (Birokrat), 

9. Choirul Anam, 

10. Desy Askari (KOMNAS HAM Sulteng), 

11. Fadillah, 

12. FX Rudy Gunawan, 

13. Hafidz Abbas (BIROKRAT), 

14. Hairansyah (KPU), 

15. Haris Azhar, 

16. Imdadun Rahmat (KOMNAS HAM/Birokrat), 

17. Jones Manurung, 

18. Judhariksawan (Dosen UNHAS), 

19. Munafrizal Manan (DOSEN Al Azhar), 

20. Norman, 

21. Nur Ismanto (Advokat), 

22. Rafendi Djamin, 

23. Roichatul Aswidah (Komnas HAM/Birokrat), 

24. Sandra Moniaga (Komnas HAM/Birokrat), 

25. Sondang Frishka  (Komnas Perempuan), 

26. Sri Lestari (Dosen), 

27. Sudarto, 

28. Sumedi (Purnawirawan TNI).