KPAI Acungi Jempol Pencopotan Kepsek TK Kartika Probolinggo

Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan

MONITOR, Jakarta – Kepala TK Kartika V-69 Probolinggo Hartatik akhirnya dicopot dari jabatannya. Sanksi ini diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo, Mochammad Maskur, lantaran mengizinkan anak-anak mengenakan atribut ISIS di ajang karnaval HUT RI ke-73 beberapa waktu lalu.

Pada karnaval itu, sejumlah anak melenggang bebas sembari mengenakan cadar dengan replika senjata dan tampak menakutkan. Alhasil, sanksi tegas diberikan untuk Hartatik, karena dinilai tidak berkoordinasi dengan dinas pun Kodim 0820 Probolinggo, dan dipindah tugaskan sebagai staf di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kota Probolinggo, terhitung mulai 23 Agustus 2018.

Terkait hal ini, Retno Listyarti selaku Komisioner KPAI bidang Pendidikan mengacungi jempol atas tindakan tegas dari Disdikpora Probolinggo. Menurut Retno, dari awal KPAI meminta Kasus Karnaval di Probolinggo jangan dianggap remeh dan sepele.

“Kasus ini harus menjadi catatan bagi Dinas-Dinas Pendidikan di berbagai daerah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Apa yang terjadi di TK Kartika ini bisa jadi juga berlangsung di banyak sekolah lain, hanya mungkin tak diketahui publik lantaran tidak viral,” ujar Retno kepada MONITOR, Kamis (23/8).

Retno menambahkan, KPAI juga mempertanyakan dari awal, bagaimana sekolah menyimpan atribut cadar dan replica senjata sejak 2016.

“KPAI saat kasus ini viral sudah mendorong hal ini didalami pihak berwenang, termasuk Disdikpora saat melakukan pemeriksaan terhadap sekolah dan Kepala Sekolah,” kata Retno.

Ia menilai, pendidikan seharusnya mempertajam pikiran dan menghaluskan perasaan, pendidikan juga harusnya mampu menyemai keragaman di negeri yang majemuk ini atau dengan kata lain pendidikan wajib memperkuat nilai-nilai kebangsaan.