Kepala BKP Kementan Pimpin Delegasi RI dalam World Food Summit 2018 di Copenhagen

Kepala BKP Kementan Pimpin Delegasi RI dalam World Food Summit 2018 di Copenhagen

MONITOR, Denmark – Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi memimpin Delegasi RI pada Konferensi Tingkat Tinggi/ World Food Summit (WFS) ” Better Food for More People ” pada 29-31 Agustus lalu di Copenhagen-Denmark.

WFS dilaksanakan di empat venue utama, yaitu di The National Parliament, Bella Center, Bita Copenhagen, dan Borsen.

Pertemuan yang dihadiri 1.096 peserta dari 56 negara ini dibuka oleh Tuan Puteri Denmark, Princess Marie, dan dilanjutkan dengan diskusi panel dengan narasumber dari birokrat, politisi, pebisnis, dan NGO terkait.

Menurut Agung, KTT better food for more people diselenggarakan setiap tahun, dimulai tahun 2016 dengan fokus bahasan mengenai identifikasi tantangan global yang dihadapi, tahun 2017 fokus pada formulasi rekomendasi sebagai solusi permasalahan, dan tahun 2018 fokus pada rekomendasi dan rencana aksi.

“KTT saat ini lebih fokus pada bagaimana negara-negara membuat rencana aksi untuk mewujudkan pangan yang lebih berkualitas,” ujar Agung.

Agung melanjutkan, fokus negara-negara berkembang dan maju saat ini sudah melangkah kedepan bukan hanya peningkatan produksi saja, namun sudah mengarah ke food safety, food industry dan food healthy.

“Kita tentu tidak mau ketinggalan, industri makanan kita saat ini berkembang signifikan, produksi kita maksimalkan untuk mencapai target world food basket, dan tidak hanya itu keamanan pangan baik segar maupun olahan juga kita tingkatkan,” lanjut Agung.

Kegiatan KTT better food for more people ditutup oleh Menteri Lingkungan dan Pangan Jakob Ellemann-Jensen 31 Agustus 2018 lalu di Borsen.

Beberapa hal yang bisa diambil Indonesia dalam pertemuan ini adalah pentingnya penguatan sistem ketahanan pangan, utamanya tentang food safety dan food industry. selain itu pertemuan WFS juga memberikan kesempatan kepada Indonesia dapat bertukar pikiran dan meningkatkan kerjasama melalui billateral meeting.